Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Antisipasi Serangan Binatang Liar terhadap Ternak

Selasa, 07 November 2017

Administrator

Artikel

Dibaca: 453 kali

Hampir setiap tahun di wilayah Kabupaten Gunungkidul selalu terjadi serangan binatang liar terhadap ternak warga. Ternak yang diserang adalah kambing yang dikandangkan di ladang atau jauh dari permukiman. Umumnya kejadian ini berada di wilayah zona selatan, pada setiap musim kemarau, yang jarang dijumpai adanya air permukaan. Pada tahun 2017 kejadian di wilayah Desa Purwodadi, Tepus, yang dalam kurun waktu selama musim kemarau sudah memangsa ternak kambing sebanyak 68 ekor. Melihat bangkai yang ditinggalkan, binatang liar memangsa kambing dengan cara digigit, dihisap darahnya, dan dimakan sebagian dagingnya, bahkan apabila di kandang ada beberapa ekor kambing maka ada yang lain hanya digigit saja.

Dengan adanya kejadian tersebut Tim dari Dinas didampingi oleh para pakar melakukan kunjungan di lapangan untuk melakukan pengamatan. Hasil pengamatan di lapangan antara lain: tempat kejadian di kandang dan jauh dari permukiman, tanpa pengawasan oleh warga/pemilik, pengaman kandang kurang memadahi,  hewan tidak dimakan keseluruhan, bangkai hewan ditinggalkan di tempat, di kandang yang ada beberapa hewan ternak ada yang hanya digigit dan ditinggalkan begitu saja, ada yang mati dan ada yang masih hidup dalam keadaan cacat, serta ada hewan yang lepas dari tambatan. Tim di lapangan bertemu dengan perangkat desa, peternak, dan masyarakat.

Atas kejadian tersebut maka Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mengambil inisiatif untuk melakukan FGD dengan menghadirkan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Setda Kab. Gunungkidul, Dosen  Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Balai KSDA Yogyakarta, Balai Besar Veteriner Wates, OPD terkait, Muspika di wilayah zona selatan Gunungkidul, Kepala Desa, Kepala Dusun, serta UPT Puskeswan. FGD dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 27 Oktober 2017 di Ruang Rapat Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. FGD dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto. Narasumber berasal dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM, DR drh. Hery Wijayanto, MP; dari BKSDAE Yogyakarta, Ir. Kuncoro; dan dari Balai Besar Veteriner, drh. Hasan Abdullah Sanyoto.

Narasumber dari UGM menyampaikan bahwa dengan melihat kejadian di musim kemarau maka pemangsa ditengarai adalah anjing baik liar maupun peliharaan yang kekurangan makan maupun minum. Selain itu juga dikuatkan bahwa bangkai tidak seluruhnya dimakan, apabila di kandang ada beberapa kambing maka apabila ada kambing lain yang terasa mengganggu maka akan dibunuh. Waktu makan hanya sekejap dan setelah kenyang langsung meninggalkan tempat. Pada waktu yang lain anjing tersebut akan datang kembali untuk menghabiskan sisa bangkai, namun oleh pemilik biasanya langsung dikubur. Hal ini juga dikuatkan oleh Perangkat Desa Purwodadi yang mengikuti FGD. Mereka melakukan pengamatan setelah anjing yang dicurigai dijual kondisi wilayah menjadi aman.

Dari BKSDAE Yogyakarta, Ir. Kuncoro,  menyampikan bahwa untuk mengamati kejadian yang akan datang perlu pemasangan kamera trap di beberapa titik yang diindikasikan sering terjadi serangan yaitu di kandang kandang ternak yang berada di ladang dan jauh dari permukiman. Untuk keamanan alat bekerja sama dengan Pihak Muspika dan pemerintah desa.

Narasumber dari Balai Besar Veteriner Wates, Hasan, menyampaikan bahwa dari hasil pengamatan di laboratorium kambing yang mati diakibatkan oleh serangan binatang liar, karena dari hasil analisis tidak ditemukan adanya kandungan bahan kimia/racun yang mematikan di dalam daging bangkai.

Untuk mengantisipasi agar kejadian tidak terulang maka perlu langkah-langkah sebagai berikut: pemindahan kandang ternak dari ladang ke sekitar permukiman warga dengan konstruksi kandang yang kuat, pengawasan kandang lebih intensif, dibuatkan perangkap, diberi umpan beracun (harus hati-hati, jangan sampai meracuni hewan yang lain), pada saat pagi hari umpan beracun segera diamankan, dan memasang kamera trap untuk memastikan jenis hewan apa yang memangsa ternak kambing. 

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas