Diskusi dengan SAEMAUL untuk Lahirkan Bibit Sapi Unggul

Potensi ternak sapi, lahan pertanian serta kultur semangat gotong royong yang sudah menjadi ruh masyarakat di Kabupaten Gunungkidul banyak mencuri perhatian berbagai kalangan termasuk diantaranya sebuah yayasan pemberdayaan masyarakat asal negeri gingseng, Korea. YGSI (Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia) merupakan sebuah yayasan pemberdayaan masyarakat dari Korea yang antusias untuk melakukan program pemberdayaan di sektor pertanian, lebih fokus pada budidaya ternak sapi dan budidaya jamur. Kecamatan Ponjong dipilih sebagai lokasi program perbibitan sapi potong dan Kecamatan Playen di Desa Bleberan fokus pada program budidaya jamur.

Pada Rabu (13/3), bertempat di Ruang Rapat II Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul dilakukan pertemuan dengan YGSI yang membahas perkembangan program dan keberlanjutan program perbibitan sapi di Kecamatan Ponjong. Rombongan YGSI diterima oleh Kepala Bidang Peternakan beserta Kepala Seksi Produksi, dan Kepala Bidang Perkebunan. Fokus yang dipilih yaitu komoditas sapi dengan pola gaduhan perbibitan yang dikelola oleh masyarakat serta pola kandang komunal yang dikelola oleh YGSI.

Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan kali ini, baik segi teknis peternakan maupun strategi dalam mewujudkan perencanaan ke depan agar lebih terfokus. Untuk itu YGSI meminta pendampingan kepada Dinas Pertanian dan Pangan dalam hal ini Bidang Peternakan beserta UPT Puskeswan Karangmojo. Konsistensi dan komitmen sangat dibutuhkan dalam jalinan kerjasama ini.

Sektor peternakan khususnya pola perbibitan ternak sapi bukan hal yang mudah, perlu kerja keras, disiplin tinggi dalam pengelolaan ternaknya. Aspek teknis lainnya yang sangat diperlukan adalah evaluasi pemilihan bibit sapi yang baik, manajemen reproduksi, manajemen kesehatan hewan, manajemen pakan serta manajemen kandang. Ketika jalur yang dipilih merupakan jalur perbibitan maka semua faktor harus tertuju pada manajemen perbibitan yang baik secara total. Perlunya terjalin komunikasi yang intensif agar pola kerjasama ini terjalin dengan baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pertemuan yang intensif dan terencana secara matang sangat diperlukan untuk membahas dan memikirkan persoalan persoalan perbibitan ternak sapi. Akurasi data-data recording (pencatatan) reproduksi sapi sangat diperlukan untuk mengidentifikasi permasalahan di sektor perbibitan serta untuk mencari jalan keluar dalam mengatasi persoalan teknis yang terjadi. Melalui komitmen recording reproduksi yang baik, akan mempermudah melakukan tindakan untuk mengatasi masalah reproduksi yang terjadi, sehingga bisa melahirkan bibit sapi yang unggul, serta jarak melahirkan yang mendekati sempurna.

Dalam kesempatan kali ini YGSI berencana akan membangun gudang pakan dan pengolahan kompos. Hal ini sangat baik sekali untuk mengatur alur limbah dari kotoran sapi dan gudang pakan sangat berguna untuk penyimpanan pakan yang baik agar tidak terinfestasi jamur dan yang lainnya. Semangat YGSI dalam memajukan sektor peternakan melalui program pemberdayaan masayarakat secara masif, khususnya sapi perlu mendapat apresiasi yang tinggi, dimana hal ini sejalan dengan jargon gudang ternak yang sudah melekat di kabupaten gunungkidul.

Dinas Pertanian dan Pangan beserta jajaran UPT Puskeswan Karangmojo sangat mendukung dan selalu siap melakukan pendampingan teknis agar program ini dapat berdayaguna bagi masyarakat dan berhasil dengan baik. Pola beternak yang masih konvensional menjadi pekerjaan rumah yang berat dan sekaligus tantangan bagi keberlajutan program perbibitan sapi yang akan diinisiasi oleh YGSI dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Semoga kerjasama ini bisa melahirkan generasi sapi unggul besutan Dinas pertanian dan pangan beserta SAEMAUL. --YFS

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas

Pencarian

Berita Gunungkidul





semua agenda

Agenda

semua download

Download

Statistik

024163

Pengunjung Hari ini : 1
Total pengunjung : 24163
Hits hari ini : 136
Total Hits : 235107
Pengunjung Online : 1

Jajak Pendapat

Bagaimanakah tampilan website Pertanian?
Sangat Puas
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas

Lihat