Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Sebagai Solusi Penanganan OPT Tembakau

Senin, 22 Juli 2019

Administrator1

Artikel

Dibaca: 28 kali

Komoditas Perkebunan khususnya Tanaman Tembakau yang memiliki nama latin Nicotiana tabacum dan Nicotiana rustica menjadi salah satu ikon pertanian khususnya tanaman perkebunan di Kabupaten Gunungkidul. Tembakau menjadi salah satu tanaman yang saat ini banyak dikembangkan dan ditanam di Kabupaten Gunungkidul, banyak perusahaan rokok swasta tertarik dengan cita rasa tembakau Gunungkidul. Pada Tahun 2019 Kabupaten Gunungkidul melalui Dana dari Pusat mengembangkan Tanaman Tembakau seluas 20 Ha yang dikembangkan di tiga Kecamatan diantaranya Semin, Ngawen dan Purwosari dengan Varietas Bligon.

Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau "hiburan", yaitu sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Tembakau juga dapat dikunyah. Kandungan metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat. Guna mendapatkan hasil yang maksimal Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL PHT) sebagai salah satu upaya menangani serangan OPT yang seringkali menyebabkan berkurangnya produksi tanaman tembakau di Gunungkidul. SLPHT dilakukan

Permasalahan yang  dihadapi oleh petani tembakau Gunungkidul antara lain :

  1. Perbenihan/pembibitan   belum dapat dilaksanakan kelompok sendiri, yang telah melakukan pembibitan belum sesuai SOP.
  2. Teknis budidaya  tembakau  pada umumnya belum sesuai SOP
  3. Permasalah Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT) sebagian besar petani belum menguasai.
  4. Penggunaan sarana produksi dan pengeloaan agroekosistem yang kurang tepat sehingga keseimbangannya terganggu.
  5. Penanganan panen   maupun  pasca panen yang belum memenuhi SOP pasca panen.

Untuk membantu penanganan masalah tersebut diperlukan adanya pembinaan  dengan pelatihan dan motivasi  bagi petani dan kelompok tani. Pembelajaran Pendidikan Orang Dewasa (POD)  seperti model Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu  ( SLPHT)  merupakan metode yang paling tepat  pada saat ini, karena dalam pelaksanakan SLPHT mengacu pada 4       ( empat) Prinsip PHT, yakni:   

  1.  Budidaya Tanaman Sehat.
  2. Pelestarian Musuh Alami.           
  3.  Pengamatan Rutin.
  4.  Petani Menjadi Ahli PHT.

Keempat prinsip tersebut jika benar-benar dilaksanakan oleh petani dalam membudidayakan tanamannya akan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Nantinya diharapkan dengan adanya SLPHT pada tanaman tembakau dapat mengantisipasi serangan OPT serta produksi tembakau meningkat khususnya di Kabupaten Gunungkidul.--RdH

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas

Pencarian

Berita Gunungkidul





semua agenda

Agenda

semua download

Download

Statistik

024193

Pengunjung Hari ini : 1
Total pengunjung : 24193
Hits hari ini : 46
Total Hits : 244150
Pengunjung Online : 1

Jajak Pendapat

Bagaimanakah tampilan website Pertanian?
Sangat Puas
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas

Lihat