Cacing Hati Dan Penularannya

Rabu, 14 Agustus 2019

Administrator1

Artikel

Dibaca: 4458 kali

Cacing hati atau nama latinnya Fasciola gigantica atau Fasciola hepatica umumnya menyerang ternak sapi, kambing, domba dan ruminansia lain. Fasciola hepatica lebih banyak dijumpai diwilayah beriklim dingin sampai sedang, sedangkan Fasciola gigantica lebih dominan diwilayah beriklim tropis. Lokasi cacing dewasa hidup dalam saluran empedu sapi, kambing, domba dan ruminansia lain.

Siklus hidup cacing tersebut adalah cacing dewasa bertelur didalam kantong empedi dan telur keluar mengikuti aliran empedu, kemudian bersama feses. Pada kondisi lingkungan yang mendukung telur akan menetas  dan menjadi mirasidium. Mirasidium hidup didalam air dan berenang mencari hospes intermedier (HI) yaitu siput golongan Lymnea sp. Di dalam tubuh siput mirasiudium berubah menjadi sporokista. Sporokista membagi diri menjadi redia. Redia terbagi menjadi cercaria. Cercaria berkembang menjadi metacercaria. Infeksi terjadi apabila hewan memakan rumput yang mengandung cercaria. Didalam usus metasercaria pecah dan keluarlah cacing muda. Sekitar 4-8 hari pasca infeksi, sebagian besar cacing telah menembus hati dan migrasi ke parenkim hati. Migrasi dalam hati memerlukan waktu 5-6 minggu dan minggu ke 7 telah sampai dalam saluran empedu dan delapan minggu setelah infeksi, cacing sudah bertelur.

Gejala klinis pada hewan, pada kasus akut terjadi kematian mendadak pada domba. Pada kasus kronis pada sapi terjadi gangguan pencernaan berupa sembelit dengan feses kering. Pada kasus berat sering terjadi mencret, pucat, lemah dan kurus, gejala anemia, penurunan kandungan protein dalam tubuh, terjadi oedema subkutan terutama pada intermandibula. Diagnosis berdasarkan gejala klinis dan diperkuat dengan penemuan telur cacing dalam tinja. Ternak yang terinfestasi cacing hati, tidak berpengaruh pada dagingnya, aman untuk dikonsumsi.

Pencegahan dapat dilakukan menghindarkan ternak untuk tidak digembalakan pada daerah penggembalaan yang tergenang air. Penggembalaan bebek ke sawah-sawah untuk mengurangi populasi siput.

Penularan pada manusia, apabila memakan hati yang terkontaminasi ini tidak dimasak dengan sempurna atau meminum air  mentah yang mengandung cercaria. Gejala klinis yang tampak anemia, demam dengan suhu badan 40-42 derajat, nyeri bagian perut dan gangguan pencernaan.

Ciri-ciri hati sapi yang mengandung cacing antara lain hati sapi berwarna pucat, dipenuhi jaringan berwarna putih yang cukup tebal sebagai tempat bersarangnya cacing, apabila belum parah dari luar masih tampak normal, tetapi apabila bisa dipotong akan terlihat cacing hati.  Cacing hati akan mati apabila dimasak dengan air mendidih, tetapi akan lebih baik apabila jaringan hati yang rusak diafkir tidak diikut dikonsumsi. --RW

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas

Pencarian

Berita Gunungkidul





semua agenda

Agenda

semua download

Download

Statistik

073269

Pengunjung Hari ini : 38
Total pengunjung : 73269
Hits hari ini : 246
Total Hits : 558938
Pengunjung Online : 2

Jajak Pendapat

Bagaimanakah tampilan website Pertanian?
Sangat Puas
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas

Lihat