Evaluasi Penanggulangan Gangguan Reproduksi Ternak 2018

Dalam rangka mendukung terlaksananya Program Pemenuhan Pangan Asal Ternak dan Agribisnis Peternakan Rakyat Tahun 2018, maka perlu terus ditingkatkan kemampuan penyediaan populasi dalam negeri, yang mendukung penyediaan daging sapi dari dalam negeri serta mencukupi peningkatan kebutuhan konsumsi daging.

Pada Tahun 2018 pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian masih melaksanakan program peningkatan populasi ternak sapi dan kerbau dengan kegiatan UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) untuk mendukung lebih tumbuh dan berkembangnya usaha peternakan sapi potong rakyat. Kegiatan yang tergabung dalam UPSUS SIWAB ini meliputi pelaksanaan inseminasi buatan, penanganan gangguan reproduksi, penyelamatan betina produktif, monitoring, evaluasi dan pelaporan.

Pelaksanaan Kegiatan Penanggulangan Gangguan Reproduksi di Kabupaten Gunungkidul mempunyai target 2.000 ekor akseptor dari populasi betina sebanyak 86.166 ekor. Capaian kegiatan sebesar 100 persen dengan tingkat kesembuhan akseptor 46%, dimana akseptor yang belum sembuh akan mendapatkan pengobatan ulang sampai siklus birahinya normal kembali dan siap di inseminasi buatan.

Pada acara evaluasi dan penutupan kegiatan penanggulangan gangguan reproduksi dilaksanakan kunjungan lapangan ke Kelompok Dadi Subur, Dusun Kayubimo, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul pada hari Rabu (12/12) lalu. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto, menyatakan terimakasih atas dilaksanakan program penanggulangan gangguan reproduksi di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Sementara Kepala Balai Besar Veteriner Wates , drh. Bagoes Purmajaya, M.Sc., menyatakan kagum atas perkembangan yang dialami Kabupaten Gunungkidul sedemikian pesat dan berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Harapan kedepan adalah pemabngunan dibidang peternakan bisa menjadi salah satu tumpuan utama demi kesejahteraan masyarakat kabupaten Gunungkidul.

Tinggalkan komentar

Skip to content