Tim yang dipimpin dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbang) Kementerian Pertanian, selaku Penanggung Jawab Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE) DI Yogyakarta, Dr.Ir. Idha Widi Arsanti, M.Si. beserta staf, Dr. Gunawan, juga hadir Kepala Dinas Pertanian DI Yogyakarta Ir. Sasongko, M.Si., berkunjung ke Gunungkidul dalam rangka monitoring dan evaluasi pertanaman padi palawija musim tanam (MH I) 2018/2019.
Rombongan diterima Pokja UPSUS Kabupaten Gunungkidul di kantor Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul. Dalam laporannya, pokja UPSUS kabupaten menginformasikan bahwa capaian LTT (Luas Tambah Tanam) padi periode Oktober hingga Desember 2018 mencapai 98,5% dari target 48.776 Ha atau sekitar 48.019 Ha, dikarenakan datangnya musim hujan yang mundur sekitar 1,5 bulan dari siklus normal. Sehingga masih ada kekurangan luas tambah tanam padi yang akan ditanam di bulan Januari 2019, sebesar kurang lebih 750 Ha, yang akan ditanam di daerah Kecamatan Ponjong.
Selanjutnya Tim UPSUS Pusat dan DIY melaksanakan observasi lapangan di Kecamatan Semanu, Ponjong dan Karangmojo. Di Desa Bejiharjo, Semanu dimonitor pemanfaatan dan penanaman pada lahan kering, kemudian juga melihat tingkat pemanfaatan dan keadaan pertanaman lahan kering di Desa Semanu. Selanjutnya melihat pertanaman lahan irigasi Desa Genjahan, Ponjong dan terakhir memonitor cetak sawah swadaya di Simo, Genjahan, Ponjong seluas 10 Ha yang dapat merubah pola tanam dari padi-palawija-palawija menjadi padi-padi-palawija dengan sumber air sungai.
Di akhir kunjungan Tim UPSUS merasa puas dengan kondisi di lapangan karena petani telah optimal petani dalam memanfaatkan waktu dengan baik sehingga target LTT terpenuhi, dan juga memberikan apresiasi dengan melihat lahan makam dipergunakan untuk pernanaman jagung atau kedele karena gigihnya masyarakat petani menggunakan lahan yang ada. –RY