Studi tiru Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sebagai Upaya Penguatan Kapasitas Penyuluhan

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul bersama penyuluh dan petani milenial Kapanewon Wonosari, Playen, dan Semanu melaksanakan kujungan/studi tiru di P4S Citra Muda, Sidomukti, Getasan, Kopeng, Kabupaten Semarang pada tanggal 28 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyuluhan serta penguatan peran BPP sebagai pusat kemitraan petani.

Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Citra Muda merupakan P4S dengan klasifikasi utama dan diketuai oleh mas Shofyan Adi Cahyono yang merupakan duta petani milenial Kementerian Pertanian. Beliau memulai usahanya sejak masih kuliah dengan berjualan sayur keliling sebelum membentuk kelompok tani yang kemudian bertransformasi menjadi P4S. Jumlah anggota saat ini sebanyak 30 orang petani milenial yang bergerak di bidang pertanian organik dengan luas lahan sekitar 10 hektar.

Kegiatan studi tiru diawali dengan pemaparan materi oleh pak Shofyan selaku ketua P4S tentang bagaimana mereka merekrut anak-anak muda di desa Sidomukti, untuk bersama-sama mengembangkan pertanian menjadi lebih modern dan memberikan pendapatan yang layak. Acara dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke kebun organik disekitar gedung P4S. Green house dirancang dengan memanfaatkan IoT berupa pengairan dengan irigasi tetes. Dengan teknologi tersebut green house seluas 2000 meter persegi hanya memerlukan waktu 15 menit dengan 1 orang tenaga kerja.

Saat ini P4S Citra Muda membudidayakan 50 jenis sayuran dengan pangsa pasar lokal maupun luar daerah, terutama di supermarket, mall, dan hotel atau restoran yang bergerak di produk organik. Setiap hari mereka mengemas sayuran sesuai dengan permintaan pasar seperti brokoli, baby buncis, wortel, parsley, sawi, selada, bahkan daun mint. Untuk pemasaran produk organik menggunakan label SOM (Sayur Organik Merbabu) yang bertanggungjawab untuk kegiatan pasca panen, baik penyortiran, pengemasan maupun pemasaran. Penanganan pasca panen disini menggunakan teknologi ozon yang berfungsi untuk memperpanjang masa simpan, menjaga kesegaran, dan membersihkan kontaminasi seperti pestisida, mikroorganisme (bakteri, virus, jamur), tanpa meninggalkan residu berbahaya karena langsung ozon terurai kembali menjadi oksigen. Sayuran yang telah bersih kemudian dikemas sesuai dengan pesanan konsumen.

Salah satu keunggulan P4S Citra Muda adalah kemampuannya mengelola komitmen/kerja sama antar anggota, mengatur jenis komoditas yang ditanam anggota (sehingga tidak ada persaingan harga yang merugikan petani) serta adanya kemitraan yang erat dengan kelompok tani, KWT, dinas, maupun pihak ketiga dibidang permodalan.

Diakhir kegiatan mas Shofyan berpesan bahwa bertani tidak boleh asal tanam, tetapi harus melihat potensi wilayahnya, peluang pasar, serta harus berkolaborasi / bermitra dengan berbagai pihak. Semoga para petani milenial Gunungkidul mampu mengadopsi strategi tersebut sesuai dengan potensi dan kondisi alam di Gunungkidul. *(nh)

Tinggalkan komentar

Skip to content