Dalam rangka mengembangkan sektor pertanian Indonesia di era globalisasi ekonomi, diperlukan suatu informasi harga bagi para pelaku agribisnis untuk membuat suatu keputusan yang berorientasi pasar. Informasi harga sama pentingnya dengan faktor produksi seperti lahan, tenaga kerja, dan modal. Informasi tersebut merupakan syarat penting bagi pengembangan agribisnis karena sumber daya yang ada tanpa ditunjang oleh informasi yang baik tidak akan memberikan hasil yang optimal. Informasi harga juga berkaitan dengan stabilitas harga.
Perkembangan harga pangan tingkat produsen di Kabupaten Gunungkidul bulan Februari 2019 mengalami fluktuasi yang beragam dengan besaran koefisien variasi berkisar antara 0,22% – 39,57%. Pada komoditas tanaman pangan harga untuk gabah kering giling (GKG) dan kedelai retaif stabil sedangkan untuk jagung mengalami penurunan harga sebesar 24,83%. Komoditas hortikultura yaitu cabe keriting merah dan cabe rawit merah juga mengalami penurunan harga masing-masing sebesar 56,51% dan 77,70%. Sedangkan komoditas peternakan juga mengalami penurunan harga yaitu sapi hidup, ayam broiler hidup dan telur ayam ras masing-masing sebesar 4,76%, 10,84% dan 8,55% (lhat tabel)

Secara umum kondisi harga gabah kering giling (GKG) dan kedelai tingkat produsen/petani bulan Februari dibandingkan bulan Januari relatif stabil, GKG mengalami kenaikan sebesar 0,31%, untuk harga kedelai mengalami penurunan sebesar 0,36%. Sedangkan harga jagung pipil kering yang mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 24,83% hal ini disebabkan petani di Kabupaten Gunungkidul sedang panen raya jagung.
Harga komoditas hortikultura bulan Februari dibandingkan bulan Januari secara umum mengalami penurunan. Cabe keriting merah mengalami penurunan harga sebesar 56,51% yaitu dari harga bulan Januari Rp. 11.707,-/Kg menjadi Rp. 7.480,-/Kg di bulan Februari. Harga cabe rawit merah mengalami penurunan yang lebih besar yaitu mencapai 77,7% yaitu dari harga bulan Januari Rp. 23.367,-/Kg menjadi Rp. 13.150,-/Kg di bulan Februari. Hal ini disebabkan banyak daerah sentra cabe yang juga sedang mengalami panen raya.
Secara umum harga komoditas peternakan bulan Februari dibandingkan bulan Januari semua mengalami penurunan. Harga sapi hidup mengalami penurunan sebesar 4,76%. Untuk harga ayam broiler hidup dan telur ayam ras mengalami penurunan yang lebih besar yaitu masing-masing 10,84% dan 8,55%. Harga jagung yang merupakan komponen utama pakan ayam juga mengalami penurunan harga.
Penyusun,
Catur Heru Priyono, SP
Analis Pasar Hasil Pertanian