Setelah usai masa panen raya jagung dan padi lahan kering, masyarakat petani Gunungkidul mulai memasuki Musim Tanam Ke-2. Untuk menyikapi turunnya minat petani dalam menanam kedelai, Dinas Pertanian dan Pangan menyelenggarakan kampanye Gerakan Tanam Kedelai.
Kegiatan Gerakan Tanam Kedelai ini diawali dari Kelompok Tani Sido Mulyo, Nglipar Kidul, Nglipar, dihadiri langsung Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Ir. Bambang Wisnu Broto, beserta staf, PPL dan Mantri Tani serta anggota kelompok tani dan gapoktan.
Dalam laporannya, Rejono (ketua Kelompok Tani Sido Mulyo) menyampaikan bahwa tanam kedelai dilaksanakan setelah musim tanam pertama 2018/2019 selesai dipanen, yang menghasilkan padi gogo sebanyak 4,5-5 ton per ha. Sedangkan penanaman kedelai direncanakan pada lahan seluas 15 ha dan mulai ditanam pada Selasa (19/3). Benih yang digunakan adalah varietas Anjasmoro, yang berupa bantuan pemerintah sebesar 50 kg per ha atau total sebanyak 750 kg. Atas bantuan ini, kelompok tani mengucapkan terima kasih, dan berharap bantuan alsintan pasca panen berupa power thresher multiguna.

Sedangkan Kepala Dinas menyampaikan rasa terima kasih kepada kelompok tani yang telah melaksanakan gerakan tanam kedelai. Kegiatan Gerakan Tanam ini merupakan usaha pemerintah untuk memacu peningkatan penanaman kedelai karena menurunnya minat petani yang disebabkan antara lain karena harga jual yang tidak sesuai harapan petani. Beliau juga menjelaskan bahwa varietas Anjasmoro merupakan varietas unggul kedelai yang cocok ditanam di Gunungkidul. Varietas ini berpotensi menghasilkan 2 hingga 2,25 ton per ha dengan umur panen antara 85 sampai 92 hari setelah tanam. Sebagai penutup, beliau juga berharap meski sementara bantuan pemerintah hanya berupa benih, diharapkan petani tetap memberi pupuk sesuai kebutuhan agar produksi terjaga.
Sebagai tambahan informasi target penanaman kedelai di Gunungkidul seluas 5.040 ha dan hingga bulan Maret 2019 ini realisasi penanaman mencapai 1.443 ha. –RY