Sebuah terobosan dari Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan produksi ternak adalah melalui peningkatan minat generasi muda pada dunia pertanian, termasuk peternakan. Sebanyak 60 orang santri yang berasal dari 6 pesantren di Kabupaten Gunungkidul diikutsertakan pada Bimbingan Teknis Pemeliharaan Ayam Jawa Super atau lebih dikenal dengan sebutan Ayam Joper, yang dilaksanakan pada Sabtu-Minggu (30-31/3) lalu di Dinas Pertanian dan Pangan.
Kegiatan ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam rangka regenerasi petani Indonesia. Dunia kerja di bidang pertanian saat ini lebih banyak diisi oleh generasi tua, padahal kebutuhan pangan kita semakin besar seiring meningkatnya jumlah penduduk. Melibatkan para santri merupakan bagian dari program yang lebih besar yakni gerakan 1 juta petani milenial yang sudah ditetapkan sebagai program prioritas membangun manusia Indonesia di 2019.
Melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma), Kementerian Pertanian akan ini menyalurkan 3.000 ekor ayam joper beserta pakan dan biaya pembuatan kandang untuk 6 pondok pesantren di Gunungkidul. Harapannya, pesantren bisa mendorong produktivitas peternakan dan menghasilkan banyak entrepreneur muda bidang peternakan ketika kembali ke masyarakat.

Dalam kegiatan ini tidak hanya teori manajemen pemeliharan yang diberikan, praktek teknik penanganan kesehatan dan perkandangan juga dipraktekkan. Santri diharapkan mampu menguasai teknologi peternakan dan menghadapi era digital dengan optimis, sehingga program ini diharapkan bisa mendorong kaum santri dan generasi milenial yang berbasis di pondok-pondok pesantren untuk aktif dan berkontribusi di bidang peternakan. Setelah pelaksanaan bimbingan teknis ini, diharapkan para santri tani milenial ini dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh, terlebih setelah diberikannya bahan praktek mandiri berupa masing-masing 500 ekor ayam, 1000 kg pakan ayam (untuk masa 2 bulan), serta vaksin, obat dan vitamin. –PK