Bimbingan Teknis Pengolahan Kelapa di Natah, Nglipar

Gunungkidul adalah salah satu Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal memiliki wilayah yang cukup luas. Kondisi sosial ekonomi masyarakat di Gunungkidul pun semakin tumbuh pesat dengan adanya industri di berbagai wilayah di Gunungkidul

Sebagai daerah yang terletak di timur Daerah Istimewa Yogyakarta ini dulunya selalu mendapat gelar sebagai kabupaten yang miskin dan tertinggal, namun saat ini Gunungkidul telah jauh berubah dan paradigma itupun lambat laun memudar seiring berkembangnya Gunungkidul dari berbagai aspek yang ada. Dari sekian aspek potensi yang ada di Kabupaten Gunungkidul salah satunya yaitu adanya Industri Gula Kelapa yang bermutu tinggi yang ada di Kecamatan Playen dan Kecamatan Nglipar.

Tanaman kelapa disebut juga pohon kehidupan, karena dari setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Buah kelapa dapat diambil air, daging buah, tempurung dan sabutnya. Salah satu produk yang dihasilkan dari air kelapa adalah sari kelapa. Turunan dari daging kelapa adalah daging kelapa parut, kulit ari daging kelapa dan kopra. Kelapa parut kering adalah suatu produk awet kelapa yang merupakan bahan dasar pembuatan santan dan untuk campuran pembuatan roti, kue-kue, dan makanan lain. Daging kelapa coconut cream, santan, kelapa parutan kering, coconut skim milk, sampai kosmetik sebagai turunan terakhir.

Ada berapa faktor yang mengakibatkan tingkat produksi kelapa rendah, di antaranya :
1. Sebagian tanaman telah tua / rusak sehingga tidak lagi produtif,
2. Varietas / jenis kelapa yang ditanam sebagian besar hanya memiliki kemampuan produksi yang rendah,
3. Perlakuan budidaya sangat minim,
4. Adanya serangan hama , penyait yang tidak berkesudahan, dan
5. Masih belum terperbaikinya sistem pengolahan dan tata niaga hasil

Dalam upaya memperbaiki produksifitas kelapa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta bersama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul (Bidang PPHP) mengadakan Bimbingan Teknis Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kelapa yang dilaksanakan di Kelompok Sari Manggar, Dusun Natah Kulon, Desa Natah Kecamatan Nglipar, dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 22 – 25 April 2019 yang diikuti oleh 25 peserta. Diharapkan kelompok setelah mengikuti bimbingan teknis ini mampu melakukan pengolahan kelapa berupa gula semut, gula jahe, dan VCO (kerjasama dengan PT. Krambil Ijo) sekaligus bisa memperbaiki kemasan dan manajemen pemasaran.

Dari hasil Bimbingan Teknis ini Kelompok Sari Manggar membuat  Rencana Tindak Lanjut antara lain melakukan penyegaran kepengurusan kelompok atau memperkuat kelembagaan kelompok, perbaikan kemasan produk gula semut dan gula jahenya, menjalin kerjasama dengan PT. Krambil Ijo untuk menjadi mitra pembuatan VCO, serta memperluas jaringan pasar (online). Rencana ini merupakan rencana jangka pendek yang harus segera dilaksanakan oleh kelompok, dalam meningkatkan produktifitas dan kwalitas hasil olahan dari gula kelapa. –SUS

Tinggalkan komentar

Skip to content