KWT. Sumber Tani, Kepek I, Banyusoco, Playen Membuat Tempe Probiotik Untuk Meningkatkan Nilai Jual Kedelai Lokal

Salah satu tujuan pembangunan pertanian tanaman pangan adalah memenuhi kebutuhan dalam negeri atau swasembada pangan, sekaligus memperbaiki gizi masyarakat melalui penyediaan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Salah satu komoditas pertanian yang memegang peranan penting dalam penyediaan protein, lemak, vitamin dan mineral nabati adalah kedelai (Suryana 2003). Seperti diketahui kedelai merupakan sumber protein nabati dengan kandungan protein 39% dan harganya relatif murah yang dapat dijangkau masyarakat luas.

Daerah yang menjadi penghasil kedelai tertinggi di DIY adalah Kabupaten Gunungkidul namun belum diimbangi dengan perubahan dari orientasi peningkatan produksi ke arah peningkatan pendapatan petani. Untuk mewujudkan perubahan tersebut diperlukan sistem usahatani yang tepat, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam mengenal potensi, menyusun rencana usaha tani, mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi agar usaha taninya menjadi efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Beberapa masalah yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul diantaranya adalah harga komoditas fluktuatif, dan kebijakan belum mendukung pengembangan kedelai.

Saat ini harga kedelai ditingkat petani antara Rp. 6.500,- sampai Rp. 7.000,- tergantung pada kwalitas kedelainya. Yang paling efektif untuk menggairahkan petani menanam kedelai adalah harga yang baik yaitu berkisar Rp. 8.000,- sampai dengan Rp. 9.000,- .

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul berupaya meningkatkan nilai jual kedelai lokal dengan Bimbingan Teknis pengolahan kedelai, melalui Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil pertanian (PPHP) mengajak kelompok Wanita Tani SUMBER TANI, Dusun Kepek I, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen  untuk bisa kreatif dan menyikapi harga kedelai yang sangat murah dengan dilakukan pengolahan kedelai menjadi tempe sehat (tempe Probiotik) dengan kedelai lokal. Disamping meningkatkan nilai jual kedelai dengan mengolah Tempe sehat (bahan Probiotik) dapat juga memasyarakatkan budaya hidup sehat. Bimtek yang dilaksanakan selama 2 hari pada tanggl 22 – 23 Juli 2019 diharapkan akan berdampak yang positif dari akan menciptakan sentra industry tempe sehat di Perdesaan yang berani dan bisa bersaing.

Tujuan dari Bimbingan teknis pengolahan kedelai adalah :

  1. Meningkatkan nilai tambah kedelai lokal
  2. Meningkatkan ketrampilan Kelompok Wanita Tani
  3. Meningkatkan pendapatan petani
  4. Masyarakat mengkonsumsi hasil olahan tempe kedelai yang sehat

Diharapkan kelompok mampu dan mau lebih kreatif dalam memberdayakan anggotanya untuk bisa meningkatkan pendapatan keluarga dan sekaligus mau untuk menanam kedelai dalam mencapai Swasembada Kedelai.–JP

Tinggalkan komentar

Skip to content