Kemarau Poknak Lembu Seto Panen Pakan Ternak Berkat Irigasi Perpompaan

NGLIPAR (19/8/2019). Saat puncak musim kemarau di Gunungkidul poknak Lembu Seto, Pengkol, Nglipar panen hijauan pakan ternak /HPT. Acara panen dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan  Ir.Bambang Wisnu Broto beserta staf, Camat Nglipar Drs. Sukamto,MSi. dan Forkompinca, Lurah Pengkol, Kelompok ternak serta anggotanya dan KWT.

Ketua Poknak Lembu Seto Sumarno menjelaskan bahwa Poknak pada kesempatan ini bisa panen rumput odot dikarenakan telah dibangunkanya 1 unit irigasi perpompaan untuk peternakan pada tahun 2018. Pada saat peresmian Agustus 2018 juga telah dilakukan gerakan tanam rumput Odot sehingga pada saat ini bisa panen HPT rumput Odot. Luas pertanaman rumput Odot ada 6 ha dibawah tegakan pohon jati dan di pekarangan warga. Sampai saat ini telah panen 3 kali. Pada panen pertama diubin mencapai 11 kg per ubin , panen ke 2 didapat 19 kg per ubin dan pada panen ke 3 didapat 25 kg per ubin. Sehingga rata-rata per ubin dipanen 18.5 kg dan dalam setahun dapat panen 7 sd 8 kali karena setiap 45 hari sekali rumput odot siap dipanen asal ada air dan dipupuk. Setiap kilogram HPT dapat dihargai Rp 500,-.Jika dikalkulasi dalam setahun Poknak menghasilkan 1.200 ton HPT seharga Rp. 600.000.000,-. Hal ini sangat membantu kelangsungan ternak kelompok Lembu Seto, Selain itu Poknak Lembu Seto juga memproduksi kompos secara kontinyu.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan  berharap rumput Odot agar dikembangkan lagi kalau bisa semua pekarangan yang ada ditanami. Hal ini dimaksudkan agar Poknak kecukupan pakan, sebab kebutuhan pakan optimalnya sehari 10% dari bobot ternak. Juga dipesankan agar produk kompos diuji lab tentang kandungan N nya agar lebih dipercaya pembeli. Dan pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan Yanduan kesehatan hewan ternak khususnya lembu milik Poknak.–RY

Tinggalkan komentar

Skip to content