PONJONG (28/11/2019). Adalah Jayadi,STP. yang sehari hari bekerja sebagai POPT atau petugas pengamat hama dan penyakit tanaman merupakan warga asli Gunungkidul yang bertempat tinggal di Ngunut Kidul, Playen.
Selain sebagai abdi masyarakat/pns selepas jam kerja sehari hari Jayadi juga suka berkarya dalam bidang modifikasi alat tepat guna pertanian. Sudah ada beberapa jenis alat yang diproduksi di bengkel kerjanya antara lain threser dan penggiling tepung pesanan para peternak maupun petani. Di tahun 2019 perjumpaannya dengan Ir.Mahargono, MSc. Tim Alsin dari Balitbangtan BPTP Yogyakarta bekerjasama dalam memodifikasi alat mesin tanam benih langsung/atabela yang disesuaikan dengan kondisi lahan kering di Gunungkidul. Sehingga bisa mewujudkan pembuatan atabela modifikasi. Alat ini dikhususkan untuk tanam jajar legowo di lahan kering. Tajarwo biasa dilaksanakan di sawah basah sedang di lahan kering agak susah sehingga dengan alat ini diharapkan lebih mudah dan efisien.
Menurut Mahargono alat ini telah dicobakan di Semanu Selatan untuk kegiatan Largo Super dan perkiraan lebih efisien tenaga kerja( HOK) sekitar 60%. Pada musim tanam 2019/2020 alat atabela dipergunakan di Trengono Sidorejo Ponjong dalam kegiatan pengembangan replikasi Largo Super Padi Gogo.

Alat dan mesin Pertanian dimaksudkan untuk memudahkan, memperlancar, mempercepat, dan menghemat tenaga kerja dalam kegiatan bertani. Alat Tanam Benih Langsung, atau yang sering disebut sebagai Atabela, bisa mempercepat waktu Tanam Padi Gogo dibandingkan sistem ponjo. Sistem ponjo (tugal) memerlukan tenaga kerja 2 orang selama 2 Hari (jam 7 pagi s.d. jam 4 sore) untuk menanam padi seluas 1.000m2. Jika Menggunakan Atabela, rekan rekan Petani hanya memerlukan waktu tanam 3 jam saja Yang dilakukan oleh 2 tenaga kerja untuk luasan lahan 1.000m2, demikian keterangan rekan rekan Petani, antara lain mbah Puji dari petani Trenggono Sidorejo Ponjong.
Semoga Alsintan tersebut mampu meringankan proses olah tanah dan bertanam Padi Gogo, serta memelihara semangat bertani, penyedia pangan bagi bangsa Indonesia.
Terpisah Jayadi berharap kepada Dinas Pertanian dan Pangan agar bisa dilaksanakan dem atabela di seluruh kecamatan se-Gunungkidul.–RY