Zone Selatan Gunungkidul Memasuki Panen Raya Palawija

SAPTOSARI (Kamis,19/3/2020).Tahun ini awal musim hujan tidak bersamaan di beberapa wilayah di Gunungkidul sehingga masa panen tidak berbarengan seperti saat ini zone Selatan memasuki masa panen raya menyusul zone utara yang telah lebih dulu panen. Demikian keterangan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir.Bambang Wisnu Broto saat mengawali panen raya kacang tanah dan jagung di bulak Trukan dusun Gebang desa Kanigoro Saptosari pada Kamis 19 Maret 2020. Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Kecamatan Saptosari Suroto,SP.,MSi. Babinsa dan Babinkamtibmas, Lurah Desa Kanigoro, Koordinator BPP dan para PPL serta poktan dan anggotanya. Meski tidak berbarengan pihaknya sangat bersyukur dengan panen raya kacang dan jagung saat ini mengingat pada awal musim hujan sempat terjadi pedatan hujan ( hujan berhenti) hampir 2 minggu lebih.

Nyoto (59) ketua poktan Manunggal Karya dusun Gebang Kanigoro melaporkan di dusunnya lahan tegalan ada 146 ha, sebanyak 50 ha ditanami kacang tanah monokultur dan 96 ha ditanami padi dan jagung tumpangsari. Dalam satu tahun ditanam 2 kali dengan pola tanam : polowijo -polowijo – bero atau padi/polowijo – polowijo.

Hasil ubinan kacang tanah mencapai 16,5 kuintal wose per ha. Sedangkan jagung ubinan mencapai 11 kg tongkol atau jika dikonversikan menjadi 9.8 ton pipil kering per ha. Poktan berharap ke Dinas Pertanian dan Pangan agar membantu peralatan mesin pertanian sehingga memudahkan penanganan hasil panen berupa Power Threser Multiguna.

Sriyatun SP koordinator BPP Saptosari berharap para petani menjual hasil panen kacang tanah dalam bentuk wose karena menurut hitungan analisa usaha tani dalam satu hektar dengan produksi 16,5 kuintal wose dengan harga Rp 25.000 per kg akan mendapatkan pendapatan bersih Rp 25.192.000 per ha namun jika dijual gelondong kering dengan harga Rp 13.000 per kg hanya mendapatkan pendapatan bersih Rp 19.495.000 per ha.

Sehari sebelumnya Ka DPP juga melaksanakan safari panen di Semanu dengan hasil ubinan jagung di Semanu mencapai 7,5 ton pipil kering per ha.—(RY)

Tinggalkan komentar

Skip to content