NGAWEN(Selasa,23 Febuari 2021). Panen padi di musim pertama Gunungkidul telah hampir menyeluruh di semua Kapanewon, diperkirakan pertengahan Maret 2021 panen padi musim pertama Gunungkidul telah selesai. Seperti halnya pada Selasa (23/2/2021) Poktan Ngudi Makmur Daguran Kidul, Beji, Ngawen mengundang Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul untuk panen dan ubinan Bersama. Hadir pada kesempatan tersebut Panewu Ngawen, Lurah Beji , para Penyuluh Pertanian BPP Ngawen, Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala DPP Ir.Bambang Wisnu Broto serta perwakilan poktan Ngudi Makmur. Acara ubinan padi dilaksanakan sesuai protokol Kesehatan dengan 3M : memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.
Berdasar laporan Sunaryo (Koordinator PPL BPP Ngawen) hasil ubinan padi di poktan Ngudi Makmur Daguran Kidul, Beji, Ngawen mencapai rata rata 8,46 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar atau 7,53 ton Gabah Kering Giling per hektar. Varitas padi yang dipanen adalah varitas Ciherang dan IR 64, dengan luas lahan 18 hektar. Hasil panen padi sangat mencukupi untuk kebutuhan pangan khususnya beras warga dusun Daguran Kidul bahkan surplus setiap tahunnya, karena bisa panen padi 2 kali setahun dan palawija sekali setahun. Diperkirakan dengan penduduk 300 jiwa kebutuhan beras setahun adalah 23,88 ton beras, sehingga dengan hasil 220 ton beras setahun masih surplus 198 ton beras yang disimpanan di masing masing rumah tangga tani dalam bentuk gabah.
Lurah Beji menghaturkan terimakasih atas kunjungan Dinas Pertanian dan Pangan dan mengharapkan bantuan pendampingan dari Dinas karena di wilayahnya terdapat potensi sumber air permukaan berupa sungai yang dapat dioptimalkan untuk pengairan, juga dibutuhkan peralatan mesin pertanian sehingga memudahkan petani bekerja.

Kepala DPP Ir Bambang Wisnu Broto mengapresiasi hasil panen padi di Daguran Kidul karena melampui rata-rata hasil Gunungkidul dan potensi varitas Ciherang dapat berproduksi maksimal. Disampaikan saat ini hampir seluruh lahan padi di Gunungkidul memasuki panen padi setelah panen palawija di Januari dan Febuari, sehingga pertengahan Maret perkiraan telah selesai panen padi keseluruhan di Gunungkidul yang mencapai 48.104 Ha, selanjutnya akan memasuki musim tanam kedua. Dirinya bangga terhadap para petani yang telah bersemangat dalam berusaha tani sehingga saat ini sudah dipersiapkan pembibitan padi meski bersamaan dengan panen. Hal ini akan menjaga ketahanan pangan Gunungkidul, mengenai permohonan poktan akan dilakukan survey terlebih dahulu, namun pada dasarnya DPP sangat mendukung.
Terpisah Warto,SIP. Koordinator data pertanian DPP menjelaskan bahwa dari 48.104 ha tanam padi di musim tanam pertama Gunungkidul saat ini telah panen 25.106 Ha padi. Sisa tanaman padi yang ada diperkirakan panen di Maret 2021. Sedangkan pertanaman padi musim tanam kedua telah tanam 346 Ha, dan akan terus bertambah sampai tanam bulan Mei nantinya sehingga musim tanam kedua mencapai perkiraan 8.000 an Ha.—(RY)