Penyerahan Sertifikat Duta Petani Andalan Dan Duta Petani Milenial

Pada hari Selasa, 09 November 2021 Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyerahkan sertifikat DPA/DPM dari Bupati Gunungkidul kepada Duta Petani Andalan Gunungkidul Agung Nugroho, S.Sos yang bergerak di bidang peternakan, perikanan dan hortikultura serta kepada 5 orang Duta Petani Milenial yaitu Satria Aji (beternak kambing, kelinci dan entok), Yasri Handoko (hortikultura), M. Arif Priambodo, Alan Efendi (mengolah aloevera), dan Wahyu Purnomo (Bertani jagung dan beternak ayam layer). Keenam pemuda tersebut merupakan perintis DPA dan DPM di Kabupaten Gunungkidul yang diharapkan dapat menularkan ilmu dan strategi Bertani yang mereka miliki kepada pemuda lainnya.

Saat ini 71 persen petani di Indonesia sudah berusia 45 tahun ke atas, sementara yang berusia di bawah 45 tahun hanya 29 persen. Oleh karena itu pemerintah berupaya untuk membuat sektor pertanian sebagai sektor usaha yang menguntungkan. tentunya hal itu perlu didukung dengan profesionalisme sumber daya manusia di dalamnya. Apabial tidak ada regenerasi petani kepada kaum muda maka 42 tahun yang akan datang Indonesia akan krisis petani. Sedangkan 270 juta rakyat Indonesia butuh ketersediaan pangan yang cukup, yang harus disediakan oleh oleh negara kita bukan bahan pangan impor.

Petani sekarang sudah lintas negara, petani harus kompetitif dalam keterampilan teknis dan pemanfaatan teknologi, model bisnis, dan manajemen. Penetapan Duta Petani Andalan dan Duta Petani Milenial merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menumbuhkan gairah Bisnis pertanian di kalangan generasi muda dalam mendukung regenerasi petani. Melalui para duta, diharapkan dapat menjadi role model yang menginspirasi, memotivasi, dan menjadi mitra bisnis petani lainnya. Kementan menargetkan pada tahun 2024 setidaknya harus ada 2,5 juta petani milenial di Indonesia. Menurutnya, petani muda diyakini lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan bisnis pertanian. 

Tidak hanya di level hulu namun hingga ke hilir. Dimulai dari kegiatan penanaman, pascapanen, packaging, hilirisasi produk, hingga pemasaran dan perdagangan. Petani milenial harus sudah memiliki konsep market jadi di hulu budidayanya baik, lalu di pasar marketable. Pemerintah pun mendorong agar petani milenial menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disiapkan pemerintah. Tahun ini dialokasikan plafon KUR sebanyak Rp 70 triliun dengan bunga 6 persen per tahun. Fasilitas pembiayaan itu dapat memudahkan petani untuk mengembangkan skala usahanya. Menjadi petani adalah pilihan yang baik, oleh karena itu negara butuh duta petani andalan dan duta petani milenial tersebut.–(RW)

Tinggalkan komentar

Skip to content