Sebagai salah satu unit teknis, UPT Lab.Keswan Kabupaten Gunungkidul bertanggung jawab terhadap kemampuan teknis dari para petugasnya. Skill yang terus terasah bahkan meningkat adalah sebuah kewajiban bagi setiap petugas teknis karena skill tersebutlah yang menjadi tulang punggung pelayanan kepada masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, Labkeswan mengadakan pelatihan yang bertajuk “Pelatihan Petugas Pengambil Contoh (PPC)” selama 2 hari yaitu pada 9-10 Desember 2021 bertempat di UPT Lab.Keswan.
Tujuan dari pelatihan ini adalah penyegaran terkait dengan tata cara pengambilan sampel serologi, terutama sampel darah sapi, kambing, domba dan ayam. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala UPT Lab.Keswan Kabupaten Gunungkidul, Gesit Handoyo, S.T. dan menghadirkan pemateri atau narasumber dari BBVet Wates, yaitu drh. Dessie a Waluyati, M.Sc. Beliau adalah Medik Veteriner pada Laboratorium Serologi. Di hari pertama, pemateri memberikan presentasi tentang teori teknik pengambilan sampel darah yang benar. Selain itu yang tidak kalah penting adalah teknik restrain kepada hewan yang akan diambil sampel darahnya. Titik pengambilan sampel darah juga sangat krusial, karena setiap hewan memiliki titik tertentu yang tepat dan mudah saat diambil sampel darahnya. Hal ini sangat mempengaruhi keberhasilan pengambilan sampel darah dan seberapa banyak darah yang dapat diambil.
Di hari kedua, pelatihan diisi dengan praktik. Pada sesi pertama, dilakukan praktik pengambilan sampel ayam di depan laboratorium. Disediakan probandus ayam sebanyak 5 ekor untuk dapat digunakan latihan. Pemateri pertama memberikan contoh bagaimana mengambil darah ayam yang benar. Kemudian secara bergantian, peserta pelatihan mencoba mengambil darah ayam. Setelah selesai praktik pengambilan sampel darah ayam, dilanjutkan dengan coffee break selama 15 menit. Kemudian pelatihan dilanjutkan dengan praktik pengambilan sampel darah pada sapi dan kambing. Dikarenakan laboratorium tidak memiliki sapi dan kambing, maka untuk praktik pengambilan sampel darah sapi dan kambing dilakukan di peternak yang menjadi mitra laboratorium, yaitu pak Sukatno yang beralamat di Plembutan, Playen. Terdapat 3 ekor sapi dan 4 ekor kambing sebagai probandus. Seperti pada ayam, pemateri juga terlebih dahulu memberikan contoh pengambilan sampel darah pada sapi dan kambing yang benar, kemudian diikuti secara bergiliran oleh peserta pelatihan.

Pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh petugas atau staf dari Labkeswan saja, namun juga mengundang peserta dari UPT Puskeswan di seluruh kabupaten Gunungkidul, karena penting juga bagi staf Puskeswan untuk dibekali dengan teknik pengambilan sampel darah agar jika sewaktu-waktu dibutuhkan pengambilan sampel darah dan mendesak dimana staf lab belum hadir di lokasi, maka staf Puskeswan dapat melakukannya. Setiap UPT diwakilkan oleh satu petugas sehingga total peserta pada pelatihan kali ini adalah 12 orang. Secara umum, kegiatan pelatihan ini berjalan dengan baik dan lancar. Setiap peserta pelatihan mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul dan Pemateri, sebagai bukti bahwa peserta memiliki kompetensi pengambilan sampel. —(RAK)