Kacang gude ( Cajanus cajan L) Sumber Pangan Favorit Masyarakat Gunungkidul

Halo Kadang Tani Gunungkidul!
Kacang gude ( Cajanus cajan L) termasuk tanaman semusim dan mempunyai keunggulan dibanding tanaman kacang-kacangan lainnya antara lain tahan kekeringan, tahan rebah dan polong tidak mudah pecah. Pada umumnya tanaman gude tidak tanam secara monokultur, tidak dilakukan secara intensif tetapihanya sebagai tanaman campuran di lahan tegal, pematang sawah atau pekarangan. Di zona selatan khususnya wilayah Tepus gude ini biasa ditumpangsari dengan jagung, padi lahan kering dan kacang tanah. Bpk Suradal, ketua poktan Serba Guna dusun Gude II, kal.Sumberwungu, Kap.Tepus bertekad bersama anggota petaninya untuk tetap mengembangkan kacang gude tersebut dan optimis berdampak positif di wilayahnya.Saat ini BPTP DIY sudah melakukan sosialisasi untuk nantinya ada kerjasama dam pendampingan. Kacang gude ini tanamanya sendiri mampu meningkatkan kesuburan lahan karena seresah daunya menjadi kompos dan akarnya mampu bersimbiosis dengan bakteri Rizhobium yang akan membentuk bintil akar untuk menyimpan oksigen. Kandungan gizi dalam gude antara lain Energi, Karbohidrat, Serat,Lemak,Protein dan air yang bisa menggantikan bahan pangan lain. Tentu saja akan banyak manfaatnya bagi tubuh apalagi bisa dikonsumsi dengan banyak cara seperti lalap atau rujak gude muda, disayur, dan biji yang sudah tua bisa dijadikan bahan baku tempe atau tahu pengganti kedelai. Wow..keren juga ya..mari mengenal kacang gude.

Salam Guyub, Gayeng, Gumregah!

Tinggalkan komentar

Skip to content