Jagung merupakan komoditas unggulan di Kapanewon Paliyan. Mayoritas petani menanam jagung pada MH 1. Khususnya di Kalurahan Karangasem 90 persen petani membudidayakan jagung.
Untuk penanganan pasca panen, pemipilan jagung masih banyak yang dilakukan secara manual dengan tangan atau membuat alat sederhana dari bekas ban mobil maupun pipa besi. Mengingat bantuan alsintan corn sheller dari Pemerintah masih belum memenuhi kebutuhan petani.
Hal ini yang mendasari Tumirat warga Padukuhan Karangasem B, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul membuat alat tepat guna pipil jagung. Bahan yang digunakan untuk membuat alat ini, yaitu kayu, mesin pompa air, laker, streng dan paku. Ukuran alat pipil jagung ini panjang 60 cm, lebar 20 cm, tinggi 45 dan berat 35 Kg.
Keunggulan pipil jagung buatan Tumirat ini mudah dipindahkan, bahan baku alat murah serta mudah didapat, hemat listrik ( 100 Watt ) dan hasil pipilan bersih karena tongkol jagung tidak remuk. Alat ini menghasilkan pipilan jagung 100 – 150 Kg per jam.
Salam Guyub Gumregah Gayeng!