Salah satu kendala dalam budidaya padi adalah serangan hama dan penyakit. Seperti yang sedang dialami Kelompok Tani Sekar Wangi, Karangmojo A, Grogol, Paliyan. Sehingga pada hari Selasa, 26 April 2022 dilaksanakan gerakan pengendalian ( Gerdal ) hama padi secara preventif dengan menggunakan Agens Pengendali Hayati ( APH ). Gerdal ini dilaksanakan bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan ( POPT ) Suronto dan PPL BPP Kapanewon Paliyan serta Regu Pengendali Tanaman ( RPT ) Budi Susilo.
Agens Pengendali Hayati ( APH ) yang digunakan pada kegiatan ini adalah Beauveria bassiana, Plant Growth Promoting Rhizobacterium ( PGPR ), dan Paenibacillus Polymixa untuk penanggulangan serangan hama dan penyakit. Menurut informasi dari POPT Suronto setelah melakukan pengamatan bersama Kelompok Tani Sekar Wangi, bahwa tanaman padi terindikasi serangan hama penggerek batang, keong mas, dan belalang. Maka perlu dilakukan pengendalian secara preventif menggunakan Agens Pengendali Hayati ( APH ).
Penggunaan Agens Pengendali Hayati ( APH ) ini bertujuan untuk menekan populasi patogen ( hama / penyakit ) namun tidak mengganggu populasi musuh alami serta lingkungan, sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman. Waktu aplikasi APH yang efektif adalah pagi sebelum pukul 09.00 dan sore setelah pukul 15.00.