Kamis, 9 Juni 2022 Kelompok Tani Suko Makmur Wotgalih melakukan panen demplot (demonstrasi plot) padi varietas Inpari 42 di Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar didampingi oleh Tim Penyuluh Pertanian BPP Nglipar. Turut hadir secara simbolis dalam acara panen tersebut perwakilan dari Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul.
Demplot padi tersebut merupakan program bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul sebagai bentuk apresiasi kepada Kelompok Tani Suko Makmur Wotgalih yang telah mencapai kelas kemampuan kelompok madya.
Menurut Raditya Eka Kurniawan, S.P., M.PWK., perwakilan Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, demplot ini bertujuan agar petani dapat membuktikan secara langsung keunggulan teknologi sistem tanam jajar legowo, sekaligus memperkenalkan varietas unggul baru Inpari 42 kepada petani. Diseminasi teknologi melalui metode demplot dinilai efektif dalam mempengaruhi petani. Turut menambahkan, Catur Prihati, S.P., M. URP., pergiliran varietas penting untuk dilakukan sebagai upaya dalam mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit.
Pada acara panen tersebut juga dilakukan ubinan untuk menentukan provitas panen yang dicapai. Hasil ubinan tersebut menghasilkan 6,73 Kg yang setara dengan provitas panen sebesar 10,77 Ton/Ha (Gabah Kering Panen/ GKP) dengan jumlah rumpun 144 tanaman. Sebagai pembanding dilakukan pula ubinan pada tanaman padi dengan varietas yang sama namun tidak menerapkan sistem tanam jajar legowo. Hasil ubinan tersebut menghasilkan 5,06 Kg yang setara dengan provitas panen sebesar 8.10 Ton/Ha (Gabah Kering Panen/ GKP) dengan jumlah rumpun 104 tanaman. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo yang dalam demplot ini menggunakan jajar legowo 2:1, produksi padi yang dihasilkan lebih baik.