Gerakan Pengendalian Opt Tanaman Kedelai Dan Persemaian Kopi Gabungan Kelompok Tani Natah

Rabu, 27 Juli 2022, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Natah mengadakan Gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada kedelai varietas Grobogan seluas 50 hektar dihadiri oleh H. Sunaryanta selaku Bupati Gunungkidul. Gerakan pengendalian tersebut dilakukan pada pukul 07.00 pagi untuk menghindari penguapan. Selain itu, pergerakan hama pada pagi hari tidak terlalu banyak.

Benih kedelai yang ditanam berasal dari bantuan pemerintah tahun 2022. Turut hadir pula dalam acara tersebut Rismiyadi, S.P., M.Si. selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, perwakilan dari BPTP D.I. Yogyakarta, Koordinator Persatuan Insyinyur Indonesia (PPI) D.I. Yogyakarta, Departemen Budidaya Pertanian Universitas Gadjah Mada, Muh. Setyawan Indriyanto, S.H., M.Si. selaku Panewu Nglipar, Danramil Kapanewon Nglipar, Kapolsek Kapanewon Nglipar, Tim Penyuluh Pertanian BPP Nglipar, Lurah Natah beserta Pamong Kalurahan Natah, Tim Regu Proteksi Tanaman Kabupaten Gunungkidul, dan kelompok tani penanam kedelai di Kalurahan Natah.

Pengendalian OPT pada kedelai tersebut menggunakan agensia hayati antara lain, Plant Growth Promoting Rhizobacter (PGPR), Beauveria bassiana, Paenibacillus, dan Chorrin. Agensia hayati merupakan organisme berupa jamur, bakteri, virus, nematoda, atau serangga yang dalam perkembangannya dapat digunakan dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman.

Selain gerakan pengendalian, dilaksanakan pula kegiatan persemaian biji kopi varietas Robusta yang merupakan binaan dari Departemen Budidaya Pertanian Universitas Gadjah Mada. Dalam kesempatan tersebut, H. Sunaryanta menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunungkidul mencapai 5,22% pada tahun 2021. Sektor pertanian menjadi sektor penting dalam mendukung pencapaian tersebut. Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang hampir tidak terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, H. Sunaryanta mengajak para pelaku sektor pertanian khususnya petani untuk meningkatkan kemandirian tani salah satunya dengan memproduksi sendiri pupuk organik agar mengurangi ketergantungan dengan pupuk anorganik serta demi menjaga kelestarian lingkungan dan mutu tanah.

Ketua Gapoktan Natah dalam pertemuan ini menyampaikan masih ada beberapa kendala saat pasca panen kedelai sehingga Gapoktan mengusulkan kepada Bupati Gunungkidul agar memberikan bantuan berupa hand sprayer bagi 5 kelompok tani yang ada di Kalurahan Natah. —DS—

Tinggalkan komentar

Skip to content