KEDELE MUSIM TANAM KETIGA (KEMARAU) MULAI PANEN KEJAR TARGET PRODUKSI 2022

NGAWEN (Jumat,19/8/2022). Kedele merupakan bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam sehari harinya. Kabupaten Gunungkidul dengan lahan kering yang luas sangat berpotensi untuk budidaya kedele, oleh karena itu Dinas Pertanian dan Pangan melaksanakan program pengembangan kedele yang didanai pusat. Pada musim hujan kedua (MH2) telah direalisasikan luasan pengembangan kedele seluas 1.514 Ha dan swadaya petani 280,3 Ha serta di musim kemarau (MK) telah ditanam kedele program seluas 1.122 Ha dan sawadaya petani seluas 156 Ha. Sehingga total penanaman kedele sampai Juli 2022 mencapai luasan 3.072,3 Ha.

Saat ini dari Januari 2022 sampai dengan Juli 2022 telah panen kedele seluas  2.369 Ha dengan provitas rata rata mencapai 12,58 kuintal wose per Ha atau 1,258 ton wose per hektar. Masih tersisa pertanaman kedele yang belum panen seluas 703,3 Ha. Pada musim tanam pertama atau musim hujan pertama 2022/2023 diharapkan ada penanaman kedele bantuan pemerintah seluas 399 Ha, sehingga nantinya dapat memenuhi target produksi kedele sebesar 4000 ton pada tahun 2022. Demikian penjelasan Ka DPP Rismiyadi, SP., MSi. merespon mulai panen kedele di musim kemarau 2022 antara lain di Ngawen dan beberapa lokasi pengembangan kedele, harapanya bisa panen dengan hasil produksi yang optimal.

Berdasar laporan(Jumat, 19/8/2022) Koordinator Penyuluh BPP Kapanewon Ngawen Sunaryo,SP. di poktan Sedyo Manunggal Jurangjero Ngawen telah dilaksanakan ubinan kedele bantuan pemerintah seluas 10 Ha. Hasil yang dicapai dari sampel lahan milik Supridi dapat 2,335 kg per ubin dan lahan milik Wagiman didapat 2,365 kg per ubin, jika di rata rata didapat produktivitas 1,205 ton wose per Ha. Provitas yang dicapai termasuk bagus untuk pertanaman musim kemarau karena lahan yang ada memanfaatkan sumber air pengembangan sumur irigasi pertanian yang dibangun lewat program optimasi lahan kering tahun 2021.(-ry)

Tinggalkan komentar

Skip to content