SEMIN (Jumat, 14/10/22). Dalam menghadapi musim tanam 2022/2023 sebagian besar wilayah kapanewon mulai menggeliat, terlihat dari para petani mulai giat persiapan lahan dengan pengolahan lahan baik secara tradisional maupun menggunakan alat mesin pertanian, selain itu juga mempersiapan pupuk dan utamanya penyiapan benih bermutu yang akan segera ditanam. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi SP.,MSi. mengabarkan bahwa dirinya telah melaksanakan monitoring ke lapangan untuk melihat kesiapan petani Gunungkidul dalam menghadapi musim tanam 2022/2023, hasilnya sebagian besar petani mulai menyiapkan lahannya. Selain itu juga dilaporkan bahwa Dinas Pertanian dan Pangan juga telah mempersiapkan benih bermutu padi palawija bantuan dari pusat. Rinciannya benih padi inbrida sejumlah 72,775 ton untuk 2.911 hektar, dan benih jagung hibrida sebanyak 24,54 ton untuk 1.636 hektar. Khusus untuk jagung hibrida tersebar di 14 kapanewon. Varietas yang dibantukan merupakan jagung hibrida produk dalam negeri yaitu RK 457 dan Betras. Seperti kapanewon Semin mendapat alokasi bantuan jagung hibrida seluas 178 hektar, Semanu 408 hektar
Pada Jumat (14/10/22) Bupati Gunungkidul berkenan menyerahkan bantuan jagung hibrida secara simbolis di poktan Ngudi Mulyo Jambe Semin ke para petani yang diwakili poktan poktan di semin. Dalam sambutannya Bupati Sunaryanta berpesan agar bantuan dimanfaatkan sebesar besarnya dan segera ditanam sebagai percepatan musim tanam 2022/2023, selain itu juga berpesan agar para petani milenial digerakan sebagai penerus petani yang sudah usia lanjut karena Gunungkidul merupakan lumbung pangan DIY. Bersamaan dengan penyerahan bantuan benih jagung hibrida juga diresmikan irigasi perpompaan untuk tanaman pangan milik poktan Ngudi Mulyo, Jambe, Semin. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Ir.Sugeng Purwanto,MMA.