MENTERI PERTANIAN AJARKAN PRAKTEK PEMBUATAN BIOSAKA DI SEMIN

Semin (6/6/2023) – Pada saat Gertam Kedelai 1.000 Ha di Gunungkidul Menteri Pertanian RI Prof. Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH.,MH. juga berkesempatan mengajarkan praktek pembuatan Biosaka kepada para petani Gunungkidul. Dirinya berharap para petani tidak meninggalkan ajaran nenek moyang tentang kesuburan lahan dengan bersahabat bersama alam, dimana alam telah menyediakan kebutuhan budidaya tanaman dari lingkungan sekitar sehingga akan mengurangi ketergantungan akan pupuk kimiawi, yaitu dengan pembuatan BIOSAKA. Bahan dasar biosaka adalah rumput rumputan yang tumbuh liar menghijau di alam, dengan syarat tidak boleh dari luar lokasi lahan harus dari lahannya sendiri. Biosaka sendiri bukan pupuk tetapi ELICITOR yaitu enzim perangsang tumbuh yang bisa menghemat kebutuhan pupuk kimia sampai 50% apabila diaplikasikan. Caranya rumput tersebut direndam dalam air dan diremas remas dengan tangan, dengan asumsi tangan manusia mengeluarkan enzim yang dapat melarutkan ekstrak rumput menjadi biosaka dengan meremas berlawanan arah jarum jam dari kanan ke kiri. Hasil biosaka dapat diaplikasikan langsung atau disimpan untuk kebutuhan mendatang musim tanam berikutnya, jelas Mentan.
Secara rinci proses pembuatan Biosaka sebagai berikut :
1. Meremas didahului berdoa dan dilakukan dengan sabar, ikhlas, sepenuh hati dan fokus.
2. Campurkan bahan dengan air bersih sebanyak 2-5 liter dalam wadah yang sudah disiapkan (tanpa campuran bahan apa pun)
3. Lakukan peremesan dengan tangan kanan, sementara tangan kiri memegang pangkal bahan. Sekali meremas diikuti sekali memutar/mengaduk air ke kiri. Tangan kanan bergerak memutar air ke kiri (berlawanan arah jarum jam) sambil mengumpulkan bahan yang tercecer sambil tetap meremas
4. Diremas sampai selesai, tidak berhenti, tidak sampai hancur batangnya, tangan tidak boleh diangkat, tetap tangan di dalam air dan tidak berganti orang.
5. Meremas rumput tidak boleh pake blender, mesin, ditumbuk tetapi harus menggunakan tangan, karena ada interaksi antara tangan dengan rumput sebagai makhluk hidup, sebagaimana halnya membuat cincau. Sehingga biosaka tidak bisa dibuat pabrikan dan diperjualbelikan, karena semua petani bisa membuat sendiri.
6. Peremasan dilakukan sampai ramuan homogen (sebenarnya hingga koheren/harmoni), disebut homogen karena menyatu antara air dengan saripati rumput/daun. Untuk mencapai homogen perlu waktu kisaran10-20 menit.
7. Ciri-ciri visual bahwa biosaka disebut homogen: tidak mengendap, tidak timbul gas, tidak ada butiran, bibir permukaan membentuk pola cincin, ramuan biosaka terlihat pekat dan mengkilap, bisa berwarna hijau/biru/merah sesuai dengan warna rumput/daun yang digunakan. Bagi biosaka homogen yang sempurna bisa disimpan hingga 5 tahun.
8. Kepekatan ramuan biosaka dapat diukur dengan menggunakan alat Total Disolved Solid (TDS), harga murah dapat dibeli di toko maupun online. Mengukur dengan TDS, pada saat sebelum dan setelah diremas, peningkatannya / deltanya minimal 200 ppm, sebaiknya diatas 300 ppm dan untuk menjadi homogen sempurna di atas 500 ppm. Ukuran ini bukan satu-satunya cara untuk mengukur biosaka homogen, tetapi hanya alat bantu saja. Masih banyak alat ukur yang lain, seperti dilihat visual niteni atau metode kinesologi atau metode lainnya
9. Selanjutnya ramuan biosaka disaring menggunakan alat saringan dan dimasukan ke dalam botol/jerigen menggunakan corong.
10. Ramuan biosaka bisa langsung diaplikasikan dan sisanya dapat disimpan. Wadah ramuan biosaka disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak (RY).

#salam guyub gumbregah gayeng

#DPP_SIAP

Tinggalkan komentar

Skip to content