Kawasan 100 ha penerapan teknologi/demfarm Larikan Gogo (Largo) Super oleh Balitbangtan Kementerian Pertanian di hutan kayu putih Mengger, Kecamatan Nglipar tersenyum ceria. Keceriaan ini disebabkan oleh siap panennya pertanaman padi Gogo yang dibudidayakan dibawah tegakan hutan kayu putih. Ada 7 varietas padi Gogo yang ditanam, yaitu varietas Rindang 1, Rindang 2, Inpago 8, Inpago 10, Inpago 12, Inpago Unsoed dan Inpari 42.
Pertanaman padi Gogo tampak sehat karena pemberian pupuk hayati Agriceplus sebagai selimut benih dan pemberian biodekomposer pada tanah, sehingga unsur hara dapat diserap dengan maksimal oleh tanaman. Penyemprotan Bioprotektan juga dilakukan untuk melindungi padi dari wereng, serta penyemprotan biosilika untuk melindungi pertanaman padi dari jamur Pyricularia penyebab patah leher/neck blast.

Pada Jumat (1/3), BPTP Yogyakarta bersama Dinas Pertanian dan Pangan melaksanakan monitoring bersama menjelang panen raya. Support dan perhatian penuh dari kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Khairudin, penyuluh lapangan, petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) dan peran aktif kelompok tani yang berjumlah 220 orang dapat memberikan hasil panen yang lebih baik dibandingkan panen panen sebelumnya (sebelum teknologi Largo Super ini diterapkan). Dijadwalkan pada Jumat (8/3), akan dilaksanakan panen raya oleh Bupati Gunungkidul dan Kepala Balitbangtan Kementerian Pertanian. –RY