Dalam rangka membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor riil yang berbasis pada Komoditi Unggulan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan D.I. Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Bimbingan Teknis Manajemen Usaha Tani Kakao di Kelompok Sido Dadi, Dusun Gumawang, Desa Putat, Kecamatan Patuk.
Program pemberdayaan petani secara komprehensif dan terpadu melibatkan stakeholder yang terdiri dari pemerintah daerah, lembaga penelitian, serta lembaga swadaya masyarakat, dalam hal ini kelompok tani kakao, diharapkan akan bisa memberikan semangat dan meraih keberhasilan dalam menciptakan usaha kecil pengolahan pruduk pertanian berbahan baku dari kakao. Bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan disamping menumbuhkan jiwa enterpreunership petani dalam mengelola usaha pertanian kakaonya.
Dengan pelatihan ini diharapkan pengurus dan anggota memahami apa arti pentingnya berkelompok, bagaimana mengelola kelompok dengan manajemen yang baik, sehingga kelompok terus maju, tumbuh dan terus berkembang mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan bagi semua. Disamping itu sekaligus menumbuhkan sikap kewirausahaan sosial, sehingga menumbuhkan etos kerja sama, tanggung jawab, serta semangat melakukan usaha lebih baik dan terus menerus melakukan perbaikan kinerja individu maupun kinerja kelompok.
Bimbingan teknis manajenen usaha tani kakao dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 13–15 Maret 2019 yang diikuti 25 orang anggota kelompok Tani Sido Dadi. Dalam pelaksanaannya, 2 hari pertama diberikan teori berupa Kebijakan Pembangunan Pertanian Sektor Perkebunan, Identifikasi Permasalahan, Analisa Usaha Tani, Pengembangan Jaringan Pemasaran, Manajemen kelompok tani, Rencana Pengembangan Usaha Kelompok. Sedangkan hari terakhir dilakukan praktek di BPPA-LIPI mengenai diversifikasi pengolahan biji kakao fermentasi.
Pelatihan yang dikemas dengan metode problem solving, diskusi kelompok, sharing untuk berbagi pengalaman melakukan perubahan kearah hidup yang lebih baik berjalan dinamis, diharapkan kelompok akan lebih kompak dan menjalankan kegiatan di kelompok dengan dinamis sehingga akan bisa meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat. –SUS