Harga pangan merupakan salah satu indikator strategis untuk mengetahui status ketahanan pangan masyarakat. Keterjangkauan masyarakat terhadap pangan, ditentukan oleh tingkat produksi pangan yang dihasilkan dan harga sarana produksi dan biaya usahatani. Pentingnya informasi harga pangan di tingkat produsen, disamping melindungi konsumen tetapi juga agar tetap memperhatikan pendapatan produsen (petani).
Perkembagan harga pangan tingkat produsen di Kabupaten Gunungkidul bulan Maret 2019 mengalami perubahan harga yang relatif stabil dengan besaran koefisien variasi antara 0,07% – 18,32%. Pada komoditas tanaman pangan harga cenderung mengalami penurunan, untuk gabah kering giling (GKG) turun sebesar 21,44% kedelai 0,79% dan harga jagung yang mengalami penurunan harga paling besar yaitu sebesar 13,69%. Komoditas hortikultura yaitu cabe keriting merah dan cabe rawit merah mengalami kenaikan harga masing-masing sebesar 22,93% dan 0,10%. Komoditas peternakan yang mengalami penurunan harga yaitu sapi hidup sebesar 2,19% dan ayam broiler hidup sebesar 5,91%, sedangkan harga telur ayam ras sedikit mengalami keaukan yaitu sebesar 1,83%.

Harga gabah kering giling (GKG) mengalami penurunan sebesar Rp. 162,- yaitu dari Rp. 5.160,- di bulan Februari menjadi Rp. 4998,- di buan Maret, harga kedelai mengalami sedikit penurunan yaitu sebesar Rp. 55,- dari Rp. 7.000,- di bulan Februari menjadi Rp. 6.945,- di bulan Maret atau sebesar 0,79%. Harga jagung yang mengalami penurunan relatif besar yaitu Rp. 733,- atau 21,44% dari harga Rp. 4.152,- di bulan Februari menjadi Rp. 3.419,- di bulan Maret. Untuk komoditas tanaman pangan semuanya mengalami penurunan harga karena petani di Kabupaten Gunungkidul sedang panen raya.
Harga komoditas hortikultura bulan Maret dibandingkan bulan Februari secara umum mengalami kenaikan harga. Cabe keriting merah mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp. 2.226,- atau 22,93% dari harga Rp. 7.480,- menjadi Rp. 9.704,-. Harga cabe rawit merah juga mengalami kenaikan harga tapi sedikit yaitu Rp. 13,- atau 0,10% yaitu dari harga bulan Februari Rp. 13.150,-/Kg menjadi Rp. 13.163,-/Kg di bulan Maret.
Harga sapi hidup mengalami penurunan sebesar Rp. 900,- atau 2,19% dari harga Rp. 42.000,-/Kg/BH di bulan Februari menjadi Rp. 41.100,- Kg/BH di bulan Maret. Untuk harga ayam broiler hidup juga mengalami penurunan yaitu sebesar Rp. 936,- atau 5,91% di bulan Februari harga Rp. 16.781,- Kg/BH menjadi Rp. 15.845,- Kg/BH di bulan Maret. Sedangkan harga telur ayam ras di tingkat produsen mengalami sedikit kenaikan yaitu sebesar Rp. 357,- atau 1,83% dari harga Rp. 19.148,-/Kg di bulan Februari menjadi Rp. 19.505,-/Kg di bulan Maret.
—
Catur Heru Priyono, SP
Analis Pasar Hasil Pertanian