Sebagai upaya antisipasi serangan hama padi yang merugikan di musim tanam kedua, Kelompok Tani Rukun Makaryo, Panjatan, Pengkok, Patuk melaksanakan Gerdal (Gerakan Pengendalian) Hama Padi yang dilaksanakan pada hari pertengahan Mei lalu dan diikuti oleh 28 orang anggotanya. Gerakan didampingi oleh Regu Pengendali Hama (RPH) Gunungkidul, serta petugas Dinas dan POPT/Pengamat Hama Kecamatan Patuk, Sujaka, STP. Sasaran luasan pengendalian sebesar 7 ha dan ditemui serangan penyakit tanaman BLB/ Bakteri Hawar Daun/ Kresek seluas 2 ha dengan intensitas ringan.
“Kita jumpai adanya serangan hawar daun bakteri atau BLB dengan intesitas ringan seluas 2 ha, meski masih kategori ringan, kita kendalikan sebagai antisipasi agar tidak terlambat pengendaliannya.“ kata Sujaka, STP. Gejala BLB pada padi diketahui dengan adanya daun yang mengering mulai dari pinggir daun, dan apabila lanjut daun akan mengering. Penyakit ini terlihat seperti bercak/spot yang menyebar, dan bisa menular lewat tanah, air dan udara. Penyebab penyakit BLB adalah bakteri Xanthomonas sp.

Regu Pengendali Hama menerapkan prinsip prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan menggunakan agensia hayati berupa Coryne bakteri dan larutan PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) yang merupakan produk ciptaan sendiri. Coryne bakteri merupakan bakteri bukan penyakit tanaman yang berfungsi melawan bakteri patogen, sedangkan PGPR dibuat dari sisa sayur dan buah yang diperam dalam larutan air selama 1 minggu sehingga bisa menjadi perangsang tumbuh bagi tanaman.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Tumpak, Ngawu Playen pada hari sebelumnya dengan luasan 10 ha dan diikuti 34 orang. Sasaran pengendalian juga bakteri hawar daun/BLB. Harapan para petani dengan gerakan pengendalian dapat menyelamatkan padi mereka di musim tanam kedua dan berhasil panen. -RY