Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan luas sepertiganya, nama Gunungkidul pastinya terbesit wilayah yang tandus, gersang, dan kesulitan air. Kabupaten Gnungkidul dulu mempunyai gambaran daerah yang tandus, gersang dan kesulitan akan air. Namun saat ini gambaran tersebut sudah tidak berlaku lagi, hal itu dikarenakan banyaknya kemajuan-kemajuan baik dari segi pariwisata, sosial, kesejahteraan dan bidang pertanian. Banyaknya komoditas pertanian yang dikembangkan di Kabupaten Gunungkidul ikut andil dalam merubah gambaran akan keadaan di Gunungkidul. Perkebunan menjadi salah satu ikon Kabupaten Gunungkidul, banyaknya kebun perkebunan menjadi salah satu daya tarik diantaranya adalah Kebun Buah Kakao. Tanaman Kakao (Theobroma cacao, L.) menjadi salah satu tanaman perkebunan yang saat ini banyak dikembangkan di Kabupaten Gunungkidul, tanaman yang nantinya diproses menjadi coklat ini membuat banyak wisatawan dalam negeri maupun manca negara tertarik dengan cita rasa coklat asli Gunungkidul.
Salah satu wujud sistem pertanian Kabupaten Gunungkidul menjadi primadona adalah dengan adanya Kunjungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Blitar. Kunjungan ini menjadi kunjungan kali pertama dari Dinas Pertanian Kabupaten Blitar di Bumi Handayani, berlokasi di pendopo Kalisong, Nglanggeran Kecamatan Patuk. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul sudah mengupayakan berbagai cara dalam rangka menyukseskan pertanian terutama sektor perkebunan salah satunya dengan cara Sistem Pertanian Terpadu. Sistem usaha tani terpadu merupakan sistem pengelolaan beberapa komponen pertanian (tanaman, hewan, dan ikan) secara terpadu dengan lingkungannya untuk menghasilkan produk yang optimal. Pengembangan sistem usahatani terpadu di Indonesia masih sangat terbuka mengingat sumberdaya yang ada belum dimanfaatkan secara optimal Lahan sebagai aset utama usaha tani dari tahun ketahun cenderung menurun sebagai akibat perkembangan populasi penduduk, perubahan tata ruang wilayah dan lain sebagainya. Hal ini secara langsung berdampak terhadap sistem produksi dan pada akhirnya pendapatan usahatani juga semakin menurun. Permasalahan lain yang dialami oleh sector pertanian adalah semakin menurunnya produktivitas tanah akibat erosi tanah dan kehilangan (pencucian) hara dari tanah, semakin meningkatnya biaya dan ketergantungan terhadap input eksternal (bahan kimia dan energi, semakin meningkatnya ancaman residu bahan agrokimia terhadap kualitas dan keamanan pangan dan semakin meningkatnya pencemaran air akibat pupuk dan pestisida. Hal inilah yang menjadi dasar kunjungan Dinas Pertanian Kabupaten Blitar untuk bertukar informasi kaitanya dengan sistem pertanian di kabupaten Gunungkidul.
Pada kesempatan ini Kepala Dinas Pertanian Kab. Blitar menyampaikan ketertarikan dengan pertanian di Gunungkidul, untuk itu beliau mengajak Anggota Gapoktan se Kab. Blitar terutama yang fokus dalam sektor perkebunan untuk bisa ikut dalam kunjungan kali ini, beliau berharap efek dari kunjungan ini semakin mempererat tali silaturahmi serta menjadi semangat petani blitar agar semakin maju dalam sektor pertanian. Pada kesempatan ini Dinas Pertanian dan Pangan diwakili oleh Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Ir. Budi Sudartanto dalam sambutanya beliau menyampikan ucapan terima kasih atas kunjungan dari rombongan blitar beliau berharap dengan adanya kegiatan ini ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani, serta bisa memajukan sektor perkebunan dari kedua belah pihak. Acara di akhiri dengan kunjungan ke Embung Nglanggeran dan Kebun Kakao di Wilayah Kecamatan Patuk.–RdH
