Pada tahun 2019 ini Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melalui kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner mengadakan kegiatan Workshop Penyakit Zoonosa dengan peserta dokter hewan negeri maupun swasta yang bekerja di wilayah kabupaten Gunungkidul dan juga paramedic veteriner.
Kegiatan Workshop Penyakit Zoonosa ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dokter hewan dan paramedic tentang langkah-langkah penanganan penyakit zoonosa umumnya dan anthrax pada khususnya, mengingat kabupaten Gunungkidul terjadi kasus penyakit anthrax beberapa waktu yang lalu. Selain itu juga materi pendalaman Epidemiologi Veteriner yang harus dimiliki oleh dokter hewan maupun paramedic. Dokter Hewan maupun paramedic veteriner harus tahu tentang epidemiologi yang merupakan ilmu yang memepelajari tentang pola penyebran penyakit atau kejadian yang berhubungan dengan kesehatan, serta faktot-faktor yang dapat mempengaruhi keadaan tersebut.
Workshop Penyakit Zoonosa dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Gunungkidul Ir. Astuti Adiati, M.Si. Narasumber yang dihadirkan antara lain Drh. Indarto Sudartono, MMT dari Balai Besar Veteriner Wates dengan materi Langkah Strategis Pengendalian Kasus Penyakit Anthrax dan Drh. Heru Susetyo, MP, Ph.D dari Departement Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dengan judul materi Peranan Epidemiologi untuk Penggambaran Distribusi Penyakit.
Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Yogyakarta sehingga peserta workshop akan mendapatkan Surat Keterangan Pendidikan berkelanjutan (SKPB) yang menjadi salah satu syarat perpanjangan ijin praktik, sebagai bukti update knowledge profesi dokter hewan.
Diharapkan, melalui kegiatan tersebut akan semakin menambah pengetahuan dan wawasan petugas dokter hewan dan paramedic veteriner, sehingga semakin tepat dan yakin dalam melangkah untuk pengendalian penyakit maupun pemetaan distribusi penyakit diwilayah kerjanya. —RW
