Finding Sustainable Happines/ Tema Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Dokter Hewan

Masih dalam rangka peringatan World Rabies Day Tahun 2019 Dinas Pertanian dan Pangan bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Yogyakarta mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia Dokter Hewan yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 05 Oktober 2019 bertempat di Rumah Makan Sekar Kusuma Wonosari. Acara menghadirkan narasumber dr. Ida Rochmawati, M.Sc, Sp. Kj (K) dengan Tema Finding Sustainable Happines. Acara dihadiri oleh perwakilan pengurus Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Yogyakarta drh. Satmiwinarto.

Pada kesempatan tersebut dr. Ida Rochmawati M.Sc, Sp. Kj (K) mengemukakan tentang pengelolaan stress. Pada dasarnya profesi dokter maupun dokter hewan adalah profesi yang mengalami tingkat stress tinggi, karena berhadapan dengan pasien maupun klien dalam jumlah banyak dan beraneka wataknya. Sebuah studi dari Journal of American Veterinary Medical Association menemukan bahwa dokter hewan dan orang-orang yang bekerja di kebun binatang cenderung menghadapi stress yang dapat menyebabkan resiko kecemasan, depressi dan bunuh diri yang lebih besar. Namun banyak dari mereka yang mengaku bahwa ia bekerja atas panggilan hati.

Sebuah studi dipresentasikan pada konvensi tahunan American Psychological Association ini menyebutkan bahwa dokter hewan beresiko tinggi meninggal karena bunuh diri. Ditemukan bahwa dari tahun 1979 hingga 2015, dokter hewan yang meninggal karena bunuh diri sebanyak 2 hingga 3,5 persen lebih sering daripada populasi umum di Amerika Serikat.

Narasumber juga menyampaikan tanda-tanda awal depresi, diantaranya adalah 3 (tiga) gejala utama yaitu murung, kehilangan minat dan mudah lelah. Sedangkan gejala tambahannya ada 7 (tujuh) diantaranya gangguan nafsu makan, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, harga diri rendah atau kepercayaan diri berkurang, pikiran tentang masa depan yang suram, muncul perasaan menyalahkan diri sendiri, terakhir muncul pikiran pendek akal seperti percobaan bunuh diri.

Dalam pengelolaan stress tersebut dr. Ida Rochmawati, M.Sc, Sp. Kj (K) menyarankan agar seorang dokter hewan bisa mendefinisikan seberapa tingkat stress yang dialaminya. Kemudian lakukan segala sesuatu yang bisa membuat bangkit, berlawanan dengan suasana hati walaupun sangat berat untuk dilakukan. Kemudian melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk orang lain dan lingkungan sekitarnya, karena kebermanfaatan itulah yang akan menghapus rasa tertekan dan tidak berguna. Kebahagiaan yang hakiki tidak bisa kita cari, tetapi kebahagiaan itu adalah sebuah keputusan.

Acara dihadiri oleh sekitar 30 orang dokter hewan yang ada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Dengan adanya kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia ini diharapkan semua dokter hewan yang ada bisa menyeimbangkan antara kegiatan yang menguras energy dan tanggung jawab dengan pemenuhan kebahagiaan, sehingga semua tugas tanggung jawab dapat terselesaikan dengan baik, tepat waktu dengan hasil optimal. Setiap peserta yang hadir akan mendapatkan sertifikat Surat Keterangan Pendidikan Berkelanjutan (SKPB) dari PDHI cabang Yogyakarta. Saya putuskan saya bahagia.—RW

Tinggalkan komentar

Skip to content