Upaya Bupati Gunungkidul mengembalikan wilayahnya sebagai sentra kedelai ditahun 2012, diawali Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Ir. Bambang Wisnu Broto menugaskan Kepala Seksi Bina Produksi Tanaman Pangan Hana Kadaton Adinoto, SP., MP., Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Kadiran, S.TP., Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pangan Ari Widyastuti, SP., dan staf Ratna Briani SP., ke Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) di Malang pada 1 Nopember 2019 untuk koordinasi dan konsultasi kegiatan pengembangan kedelai tumpangsari bantuan benih pusat tahun 2020 seluas 4.000 hektar.
Kab Gunungkidul ditahun 2012 memiliki luas lahan kedelai 20 ribu hektar namun berangsur-angsur menurun dan di tahun 2019 tersisa seluas 5000 hektar. Menyusutnya luas lahan kedelai menurut petani diakibatkan oleh tingkat harga dan budidaya yang riwil (kompleks) berdampak pada turunnya antusias dan motivasi menanam kedelai. Disisi lain Kementan masih menempatkan daerah ini sebagai mitra pelaksanaan program pengembangan kedelai, misalnya di Program Upsus Pajale yang ditargetkan 3000-5000 hektar. Salah satu kendala realisasi adalah ketersediaan benih kedelai pada kondisi CPCL di musim tanam kedua (Jan-Maret).
Diinformasikan varietas Dering1 diminati oleh petani, dengan kondisi wilayah 75 persen lahan kering dan tadah hujan, 2 VUB tersebut diperkenalkan oleh BPTP Yogjakarta kepada petani di Gunungkidul. Selain Dering1, pasca pelaksanaan demfarm (BUDENA) budidaya kedelai di bawah naungan kayu putih di lahan Perhutani, varietas Dena1 sangat diminati oleh petani dengan hasil ubinan 2,9-3,0 ton/ha dan ini jauh dibandingkan varietas yang ditanam sebelumnya yakni Grobogan (1,4-1,6 ton/ha).
Hasil koordinasi, setelah kunjungi gudang dan proses produksi benih kedelai di UPBS Balitkabi. Tim Dinas Pertanian dan Pangan Gubungkidul paham tentang peta perbenihan kedelai dan tahu persis logistik benih sumber kedelai kelas BS dan FS. Balitkabi siap sebagai UPT Balitbangtan-Kementan mendukung program kedelai seluas 4.000 hektar di Gubungkidul dengan bersama-sama membangun korporasi perbenihan untuk mencukupi kebutuhan benih sebar (BR), pendampingan Desa Mandiri Benih, suplai benih sumber BS dan FS ke BPTP Yogjakarta dan BBI Gading, pendampingan dan pengawalan teknologi.—RY