FGD Menumbuhkan Petani Millenial Di Kabupaten Gunungkidul Bersama Dengan BPTP Yogyakarta

FGD (Focus Group Discussion) yang digelar bersama dengan BPTP Yogyakarta mengusung tema “Menumbuhkan Petani Millenial di Kabupaten Gunungkidul”. Salah satu tantangan terbesar pembangunan pertanian di Indonesia saat ini adalah minimnya minat generasi millennial untuk bertani, sehingga regenerasi petani saat ini perlu dilakukan guna tetap tersedianya SDM pertanian yang akan meneruskan sistem pertanian di Indonesia, sehingga kedaulatan dan ketahanan pangan akan tetap lestari di Indonesia. Hal ini sesuai dengan salah satu visi Indonesia yang telah dibeberkan oleh Presiden Joko Widodo, yaitu pembangunan SDM sebagai kunci Indonesia maju di masa depan. Kementerian Pertanian menargetkan dapat mencetak 1 juta petani muda yang diperkirakan tergabung dalam 40.000 kelompok tani millennial, meliputi subsektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan.

Petani millennial merupakan pemuda tani yang berusia 19-39 tahun atau yang menguasai teknologi informasi dalam mendukung kegiatan pertanian yang dilaksanakannya. FGD yang dilaksanakan digunakan untuk menampung aspirasi para petani millennial untuk pelaksanaan Bimtek yang akan dilaksanakan di BPTP Yogyakarta pada tanggal 05 Desember 2019. FGD tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Itwilkab Gunungkidul. Peserta yang hadir merupakan petani-petani millennial dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gunungkidul beserta masing-masing pendamping, yaitu para penyuluh pertanian di wilayah binaan petani millenial tersebut.

Acara FGD dibuka oleh Kasie Ketenagaan, Bapak Wibowo Purno Katoto, S.TP., M.Si yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa SDM pertanian semakin berkurang, sehingga perlu adanya regenerasi petani-petani muda. Saat ini, para pemuda enggan bekerja di sektor pertanian karena penghasilan di sektor pertanian lebih rendah daripada bekerja di sektor yang lainnya dan stigma negatif yang berkembang di masyarakat bahwa dengan menjadi petani tidak akan bisa hidup layak, sehingga dengan adanya FGD ini diharapkan akan dapat menumbuhkan petani millennial di Kabupaten Gunungkidul.

Acara inti FGD ini dipandu oleh Bapak Supardi Kamseno, SE., S.TP., MM selaku penyuluh pertanian ahli kabupaten dan tim dari BPTP Yogyakarta yakni Ibu Endang dan Bapak Heru. Acara FGD dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk berdiskusi, yang membahas mengenai permasalahan dalam budidaya dan materi yang dibutuhkan oleh para petani milenial. Kelompok-kelompok diskusi tersebut terbagi menurut komoditas yang diusahakan, yaitu tanaman pangan,, hortikultura dan peternakan. Diskusi dilaksanakan bersama dengan pendamping dari masing-masing kecamatan, sehingga nantinya akan menyimpulkan permasalahan yang ada dari masing-masing komoditas. Setelah selesai berdiskusi, masing-masing kelompok tersebut memaparkan hasil diskusinya, dan terdapat dua permasalahan utama yaitu mengenai teknologi informasi serta jejaring pemasaran (networking). Dari kesimpulan tersebut, diharapkan tim dari BPTP Yogyakarta dapat menentukan jenis Bimtek, materi Bimtek dan TOR (Term of Reference) yang akan digunakan untuk Bimtek yang akan dilaksanakan di BPTP Yogyakarta.—FPW

Tinggalkan komentar

Skip to content