Sosialisasi Pangan Aman Di SD Negeri Banombo Kecamatan Rongkop

Keamanan pangan merupakan salah satu isu sentral yang berkembang di masyarakat, baik karena masih banyaknya kasus-kasus keracunan bahan pangan maupun semakin meningkatnya kesadaran dan tuntutan masyarakat terhadap makanan yang sehat dan halal. Tak terkecuali di lingkungan sekolah, banyak jajanan sekolah yang tidak bergizi dan sifatnya merusak pertumbuhan dan perkembangan anak. Penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya oleh pedagang juga menjadi penyebab makanan tidak sehat dan berbahaya bagi tubuh.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melalui Bidang Ketahanan Pangan menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Pangan Aman di Sekolah Dasar di Kabupaten Gunungkidul, yaitu masing-masing kecamatan satu sekolah dasar. Pada Selasa, 25 Februari 2020, Dinas Pertanian dan Pangan melakukan sosialisasi di SD Negeri Banombo, Kecamatan Rongkop. Sosialisasi diikuti oleh perwakilan siswa, komite sekolah, perwakilan guru dan karyawan, wali dari siswa, dan pedagang kantin maupun pedagang di lingkungan sekolah.

Dalam sosialisasi ini, peserta dikenalkan dengan pangan yang aman dan tidak aman serta cara menghindari pangan yang tidak aman. Selain itu, Dinas Pertanian dan Pangan juga mengambil sampel jajanan anak sekolah dari pedagang-pedagang untuk diuji kandungan boraks, formalin, methanyl yellow, dan rhodamin B. Setelah diuji kandungannya petugas Dinas Pertanian dan Pangan menyampaikan hasil dari sampel yang diuji tersebut pada saat sosialisasi. Hal ini sebagai bahan evaluasi bahwa makanan yang terlihat baik belum tentu bermutu dan belum tentu diolah dengan bahan yang aman.

Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini tidak hanya bidang Ketahanan Pangan saja yang menjadi narasumber pada sosialisasi tersebut, melainkan juga melibatkan bidang lain di Dinas Pertanian dan Pangan salah satunya yaitu Bidang Peternakan. Hal ini dikarenakan adanya penyakit Antraks di Kabupaten Gunungkidul akhir-akhir ini, dimana penyakit ini dapat menyerang manusia. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai Antraks sehingga dapat memilih pangan khususnya daging yang bebas dari antraks serta dapat menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit Antraks.

Dengan sosialisasi ini masyarakat khususnya anak sekolah diharapkan lebih selektif dan hati-hati dalam memilih jajanan. Pihak sekolah dan pedagang juga diharapkan dapat menyediakan atau menjual makanan untuk siswa yang aman, bermutu, dan bergizi.(ER)

Tinggalkan komentar

Skip to content