Bangun Embung Poktan Ngudi Makmur Tegalrejo Ajak Gedangsari Bangkit

GEDANGSARI (Rabu,29/4/2020). Bertempat di dusun Tegalrejo, desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari poktan Ngudi Makmur melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan embung tepatnya di aliran sungai curug Tegalrejo. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Ir.Bambang Wisnu Broto beserta jajaran Bidang Perkebunan dan Hortikultura. Hadir juga putra daerah asli desa Tegalrejo yang  menjadi Kepala Balitbangtan BPTP DIY  Dr.Ir. Suharsono, M.Sc., dan Camat Gedangsari beserta Forkompinca, Lurah Desa Tegalrejo, para Penyuluh BPP Gedangsari. Ketua Poktan Ngudi Makmur Sariman melaporkan bahwasanya embung yang akan dibangun di aliran curug Tegalrejo diharapkan dapat mengairi lahan 15 Ha pertanaman padi pada musim pertama dan musim kedua. Sedangkan biasanya pada musim kedua hanya 5 Ha yang bisa ditanami padi, sisanya 10 Ha untuk tanaman palawija dan tembakau. Dengan dibangunnya embung maka luasan padi pada musim tanam kedua akan bertambah selain itu tanaman tembakau juga akan terjaga pengairannnya. Tanaman tembakau biasa ditanam pada bulan Mei hingga September. Pada tahun ini juga akan dikembangkan tanaman lada dengan sumber pengairan dari embung yang dialirkan ke lahan lahan warga. Pengembangan lada merupakan kerjasama poktan Ngudi Makmur dengan BPTP DIY. Oleh karena itu poktan Ngudi Makmur sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah yang telah diberikan.

Dr.Ir.Suharsono,M.Sc. Kepala Balitbangtan BPTP DIY dalam sambutannya merasa senang bisa menyaksikan pembangunan embung untuk kemajuan masyarakat Tegalrejo, dimana masa kecilnya dihabiskan di Desa Tegalrejo. Kepala BPTP berharap dengan terbangunnya embung nantinya akan mendukung ketahanan pangan Desa Tegalrejo, dimana saat ini desa Tegalrejo termasuk salah satu dari empat desa miskin DIY, dan desa rawan pangan. Selain itu pihaknya tengah mengembangkan bibit lada yang akan dibantukan ke poktan Ngudi Makmur  diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani. Dia percaya hal ini akan bisa terwujud karena sungai Tegalrejo sebagai sumber air tidak pernah kering sepanjang tahun, dengan adanya embung pemanfaatan airnya lebih optimal. Yang akan datang diharapkan masyarakat desa Tegalrejo bisa mengajak perantau pulang ke desa membangun desanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul (DPP) Ir.Bambang Wisnu Broto menjelaskan pembangunan embung merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang dikerjakan secara swakelola oleh poktan, diharapkan bisa terlaksana dengan baik. Untuk pembangunan embung bisa dilakukan secara padat karya dimana maksimal upah tenaga kerja (HOK) yang bisa dibayarkan adalah 30% dari total bantuan pemerintah. Kepala DPP berharap Tegalrejo bisa bangkit dan menjadi desa dengan ketahanan pangan yang tangguh, dimana cadangan pangan masyarakat bisa dicukupi dari desanya sendiri.

Sebagai catatan tambahan desa Tegalrejo adalah daerah terluar Kecamatan Gedangsari dan Kabupaten Gunungkidul yang berbatasan dengan Kabupaten Klaten. Desa Tegalrejo termasuk salah satu dari empat desa miskin di DIY dan juga satu desa yang masih disebut desa rawan pangan di kabupaten Gunungkidul, mempunyai topografi lereng dengan akses jalan yang cukup terjal dan sulit dijangkau. Semua Dinas diharapkan secara terpadu untuk ikut mendukung program di desa Tegalrejo agar terbebas dari kemiskinan dan rawan pangan.

Sebelumnya Kepala DPP juga melaksanakan peletakan batu pertama di poktan Marsudi Tani dusun Ngasem, desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, yang dihadiri juga oleh Camat Gedangsari Drs.Martono,M.Si. Diharapkan dengan dibangunnya embung di sungai Kali Ngalang dapat mengairi lahan bulak  dusun Ngasem, desa Ngalang sepanjang tahun sehingga poktan bisa tanam tiga kali selama setahun dengan luasan kurang lebih 20 Ha  karena airnya tersedia. Harapan ini sudah lama diidamkan oleh para petani sehingga terwujud dengan bantuan pemerintah dari Kementerian Pertanian secara swakelola.—(RY)

Tinggalkan komentar

Skip to content