Mendengar nama Gunungkidul pastinya terbesit wilayah yang tandus, gersang, dan kesulitan air. Kabupaten Gunungkidul dulu mempunyai gambaran daerah yang tandus, gersang dan kesulitan akan air. Namun saat ini gambaran tersebut sudah tidak berlaku lagi, hal itu dikarenakan banyaknya kemajuan-kemajuan baik dari segi pariwisata, sosial, kesejahteraan dan bidang pertanian. Banyaknya komoditas pertanian yang dikembangkan di Kabupaten Gunungkidul ikut andil dalam merubah gambaran akan keadaan di Gunungkidul. Komoditas Hortikultura menjadi salah satu andalan warga Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatkan taraf kesejahteraan, diantaranya jeruk besar. Tanaman jeruk besar (Citrus grandis) saat ini menjadi primadona baru utamanya dalam keanekaragaman buah-buahan di Kabupaten Gunungkidul, selain durian, mangga, kelengkeng, alpukat, pisang, dan jambu kristal petani penanam tanaman jeruk khususnya jeruk besar mulai mendapatkan pangsa pasar yang cukup signifikan di Kabupaten Gunungkidul.
Berlokasi di Kelompok Tani Harapan Jaya yang beralamat di Dusun Karanggunung, Kelurahan Krambilsawit Kapanewon Saptosari diadakan acara ubinan tanaman aneka macam jeruk. Pada acara ini hadir Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul beserta jajaran yang terdiri dari Sekretaris Dinas, Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Bidang Pengolahan, Pemasaran Hasil Pertanian, Bagian Data, Lurah Krambilsawit, BPP Saptosari, serta Anggota Kelompok Tani Harapan Jaya yang terdiri dari Bapak dan Ibu. Kapanewon Saptosari yang mempunyai lokasi bebatuan, susah akan air ternyata menyimpan “Mutiara-mutiara Hijau”. Kelompok Tani Harapan Jaya saat ini mempunyai tanaman yang berjumlah 150 Batang yang terdiri dari 3 jenis jeruk, Batang dengan usia tanaman rata-rata 4-6 Tahun bahkan terdapat tanaman yang berumur 15 Tahun. Bapak Sumardi selaku ketua kelompok tani dalam laporanya menjelaskan bahwa selama ini penjualan panen sering pedagang mengambil hasil panen dengan harga rata-rata 10 rb sampai 15 rb, asil panen tahun ini pun sudah mencapai 45 juta. dalam penutup laporan beliau menambahkan sangat senang dengan kedatangan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul hal ini menjadi pemicu semangat kelompok agar semakin giat dalam mengembangkan Aneka Tanaman Jeruk. Pada kesempatan ini acara ubinan diawali dengan memilih tanaman yang akan diubin selanjutnya tanaman ditimbang dengan 3 kali ulangan terakhir dicari rerata hasil dari timbangan tersebut, hasil dari ubinan menunjukan 3,5 kg dan rata-rata perbatang terdapat 115 buah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul dalam arahannya menekankan kepada Kelompok Tani agar semakin semangat dalam membudidayakan tanaman jeruk sehingga dapat mendukung sektor pariwisata pesisir pantai, selain itu Kelompok Tani diharapkan dapat mulai swadaya menyulam tanaman yang mati karena faktor alam dan cuaca, pada kesempatan ini beliau Bapak Ir. Bambang Wisnu Broto, juga menyampaikan kekagumannya terhadap kondisi tanaman jeruk, hal itu dikarenakan untuk daerah bebatuan seperti di Dusun Karanggunung ini dapat menghasilkan buah jeruk yang berasa manis, dalam penutupnya beliau berharap Tanaman aneka jeruk yang terdapat di Dusun Karanggunung, Kelurahan Krambilsawit Kapanewon Saptosari suatu saat akan menjadi primadona baru serta menambah pesona baru pariwisata di Kapanewon Saptosari selain Kawasan Pantai, serta menjadi pelopor lahirnya penanam-penaman aneka tanaman jeruk di Kabupaten Gunungkidul, sehingga menciptakan kabupaten yang penuh dengan keanekaragaman buah-buahan. –RdH
