Bimtek Kemitraan Dan Pemasaran Komoditas Tanaman Pangan

Dalam rangka Pengawalan Penguatan Ekspor dan/atau Substitusi Impor Komoditas Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kemitraan dan Pemasaran Komoditas Tanaman Pangan, yang bertempat di ruang rapat Wijaya Kusuma Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, pada tanggal 15 Oktober 2020. Kegiatan bimtek ini bertujuan antara lain untuk memperluas akses pasar bagi petani, pengumpul, dan pengolah komoditas tanaman pangan.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mendapat undangan untuk mengikuti Bimbingan Teknis Kemitraan dan Pemasaran Komoditas Tanaman Pangan ini. Disamping itu ada 8 (delapan) UKM/KWT/KT komoditas ubikayu dan kedelai dari Gunungkidul yang juga hadir sebagai peserta Bimtek, yaitu dari Kapanewon Wonosari, Playen, Tanjungsari, Rongkop, Semanu, dan Semin, serta Assosiasi Pengolah Makanan dan Minuman (Aspemako) Kabupaten Gunungkidul. Adapun narasumber berasal dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Universitas AMIKOM Yogyakarta, BPTP Yogyakarta, Dinas Koperasi dan UMKM DIY, dan Rumah BUMN Yogyakarta (Indonesia Mall).

Bimtek Kemitraan dan Pemasaran Komoditas Tanaman Pangan dibuka secara resmi oleh Ibu Wakil Kepala/Plt. Kepala DPKP DIY (Ir. Syam Ariayanti, MPA). Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pemasaran produk pangan harus berubah dari pola lama (tatap muka langsung) menjadi kebiasaan baru yaitu pemasaran secara online (tatap muka online). Adapun fokus komoditas tanaman pangan di DIY meliputi beras, jagung, kedelai, kacang tanah, dan ubi kayu. Untuk komoditas kedelai dan kacang tanah belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi di DIY. Produksi Tanaman Pangan di DIY dari tahun 2015-2019 cenderung menurun, hanya jagung yang mengalami kenaikan. Dengan adanya kegiatan ini Ibu Wakil Kepala Dinas berharap pada nara sumber untuk bisa membantu pemasaran, khususnya secara online, dan bagaimana agar produk tanaman pangan bisa diminati konsumen dan terjaga baik secara kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Produk hasil pertanian di DIY diharapkan tidak hanya terserap pasar lokal tetapi juga dapat menembus pasar nasional maupun internasional.

Nara sumber yang pertama yaitu bapak Prof. Dr. M Suyanto, MM Dari Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam kesempatan ini menyampaikan Pentingnya Branding dalam Pemasaran Hasil Pertanian, dimana unsur-unsur branding meliputi nama merk, logo, tampilan visual, kata-kata (slogan, tagline, jingle, akronim), dll.  Branding berperan penting bagi suatu produk agar konsumen dapat membedakan produk yang satu dengan produk yang lain terutama di era yang serba kompetitif saat ini.

Nara sumber kedua berasal dari BPTP Yogyakarta, yaitu Ibu Siti Dewi Indrasari menyampaikan materi tentang Teknologi Pengemasan dan Branding Produk Olahan Pertanian untuk Meningkatkan Nilai Jual. Kemasan, salah satu faktor penting dalam persaingan dunia usaha. Teknologi pengemasan terus berkembang dari waktu ke waktu dari yang sederhana/tradisional sampai teknologi modern (plastik, karton, kaleng, dll). Kemasan dapat berfungsi sebagai media komunikasi suatu citra tertentu (branding), sebagai identitas produk,  dan cara untuk meningkatkan keuntungan pelaku usaha. Diperlukan pengemasan yang apik dan aman sehingga menjadikan produk menjadi bermutu, berkelas, dan menarik minat konsumen.

Selanjutnya nara sumber dari Dinas Koperasi dan UMKM DIY, menyampaikan materi tentang Pengembangan Usaha Pertanian Berbasis Kemitraan. Beberapa fasilitasi dari Diskop dan UMKM  untuk start up UMKM yang ada DIY, diantaranya Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), aplikasi siBakul, fasilitasi free ongkir bermitra dengan Gojek, fasilitasi perizinan/izin edar (PIRT, Halal, dan MD), promosi produk, pameran, dll. Juga mengelola galeri di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo, DIY. Perlu sosialisasi dan pendampingan kepada UMKM tentang peran kemitraan agar dapat meningkatkan daya saing produknya.

Temu Usaha diakhiri nara sumber dari Rumah BUMN Yogyakarta (Indonesia Mall) tentang Potensi Pemasaran Produk hasil Pertanian di E-Commerce dan Pasar Ekspor.  Indonesia Mall adalah program dari BRI (market placenya bank BRI), seperti halnya Bukalapak, Shoppie, Tokopedia, dll. Indonesia Mall sangat mendukung dan peduli pada produk-produk lokal UMKM, dalam hal pemasaran, terutama di saat pandemi seperti sekarang ini. Disamping banyak promo, diskon, juga ada bantuan modal tanpa bunga, modal bergulir untuk UMKM. Produk dari UMKM/kelompok/KWT bisa diterima dengan sistem kemitraan titip jual/konsinyasi, yang terpenting bisa memenuhi stok dan mempunyai rekening di Bank BRI. Produk akan dibeli dengan harga reseller,  hanya mengambil keuntungan relatif sedikit (maksimal 10%) karena benar-benar ingin membantu memasarkan produk UMKM agar segera laku terjual di konsumen. Indonesia Mall mengajak peserta yang hadir yang mempunyai produk pangan baik segar maupun olahan yang masih kesulitan pemasaran untuk bergabung dengan Indonesia Mall. Kantor cabangnya ada di Kantor Pos Gondomanan Lantai 2. (FE).—(FDN)

Tinggalkan komentar

Skip to content