Masuki Musim Panen Tahun 2022, Bupati lakukan Panen Raya dan Peresmian JUT di Karangrejek

WONOSARI (Senin, 14/02/2022). Panen padi saat ini di awal tahun 2022 membuktikan bahwa Kabupaten Gunungkidul memang daerah surplus beras, dimana mana padi mulai menguning siap untuk dipanen.
Pertanian sendiri terbukti menjadi sektor yang bisa bertahan pada masa masa pandemi covid 19, sehingga perlu kerja semua pihak untuk memajukan sektor pertanian. Pemerintah daerah sangat mendukung upaya upaya yang telah dilakukan masyarakat seperti di Karangrejek yang mampu secara swadaya membiayai usaha pertaniannya baik tanaman pangan maupun hortikultura seperti bawang merah dan cabe sehingga bisa berproduksi dan menjadi pendapatan petani, dan meningkatakan ketahanan pangan masyarakat. Demikian sambutan Bupati Gunungkidul H Sunaryanta mengawali panen perdana padi di Gunungkidul.
Seperti diketahui bahwa Gunungkidul telah memasuki panen palawija seperti jagung dan kacang kacangan dan saat ini mulai memasuki panen raya padi.
Panen padi yang dihadiri Bupati Gunungkidul dilaksanakan bersama poktan Guyub padukuhan Karangduwet 2, Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari bertempat di bulak Randu Alas, Karangrejek.
Hadir pada saat panen Bupati Gunungkidul, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Danramil Wonosari, Kapolsek Wonosari, Lurah Desa Karangrejek, serta Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho.
Lurah Karangrejek mewakili poktan Guyub dalam laporannya menjelaskan bahwa potensi lahan di Karangrejek mencapai 250 hektar, selain padi di musim tanam pertama dan kedele atau kacang tanah di musim tanam kedua juga dibudidayakan bawang merah dan cabai saat bulan Mei atau di musim tanam ketiga. Hasil ubinan padi saat ini mencapai 8,64 ton per hektar Gabah Kering Panen. Pendapatan kotor yang dihasilkan dari padi mencapai 43 juta rupiah per hektar dan jika beaya produksi mencapai 16 juta per hektar maka pendapatan bersih petani mencapai 27 juta per hektarnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Rismiyadi SP,MP. Menjelaskan bahwa berdasar data yang diperoleh luasan tanam padi di musim pertama tahun ini mencapai 47.925 hektar, dan saat ini telah panen seluas 4.678 hektar baik padi gogo maupun padi sawah tadah hujan. Harapannya pada akhir Febuari sampai awal Maret 2022 telah dipanen seluruhnya dan siap memasuki musim tanam kedua.
Selain panen padi juga dilaksanakan peresmian JUT ( Jalan Usaha Tani) menuju lahan pertanian Karangrejek sepanjang 250 m, sehingga akan lebih mempermudah akses para petani dalam pengangkutan produksi pertanian.

Tinggalkan komentar

Skip to content