Tyto alba merupakan predator alami bagi hama tikus di lahan pertanian. Untuk saat ini, tyto alba menjadi salah satu alternatif untuk membantu petani dalam menekan kerugian akibat gagal panen.
Bertempat di Balai Desa Banaran pada Rabu, 6 April 2022, dilakukan kegiatan pelepasan sepasang burung hantu (tyto alba) oleh Dinas Pertanian dan Pangan kepada Lurah Banaran. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, SP.,M.Si berharap adanya pendampingan yang intensif dari petugas pada kelompok agar kegiatan dapat berjalan berkesinambungan. Titik-titik potensial agar di dorong untuk pengembangan tyto alba dengan dibarengi komunikasi pada pihak terkait sehingga masyarakan dapat segera merasakan manfaatnya.
Pada kesempatan yang sama, disampaikan tentang introduksi tyto alba oleh Koordinator POPT, Jayadi. Sepasang tyto alba atau yang lebih dikenal dengan sebutan burung hantu memiliki daya jelajah sepanjang 5 km dan bisa mengamankan lahan seluas 5-10 hektar dengan kemampuan memangsa 5-10 ekor tikus. Dengan adanya tyto alba, bisa menekan kehilangan hasil panen akibat hama tikus sekitar 2 ton/ha.
Kegiatan ini ditutup dengan pelepasan burung tyto alba di lahan yang dikelola oleh kelompok tani Manunggal Sawitri di Dusun Banaran II.
Salam guyub, Gumregah, Gayeng!