WONOSARI (11/09/2023) – Menghadapi musim tanam 2023/2024 yang diperkirakan mulai Oktober 2023 Bupati Gunungkidul melakukan sidak kesiapan penyediaan pupuk bersubsidi yang dibutuhkan para petani. Sidak dilaksanakan pada Senin pagi (11/09/2023) di Gudang pupuk urea Jeruk Wonosari. Bupati Gunungkidul datang bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Asisten II Administrasi Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Dinas Kominfo, serta Kepala BAPPEDA.
Dalam laporannya Kepala DPP Rismiyadi, SP.,MSi. alokasi pupuk bersubsidi di Gunungkidul terdiri dari pupuk urea dan NPK Phonska. Untuk pupuk urea mempunyai alokasi sebanyak 23.354 ton dan realisasi sampai dengan Agustus 2023 urea terserap sebanyak 5.541,509 ton atau 24%. Sedang alokasi pupuk NPK sebanyak 12.102 ton, terserap sebnayak 3.990,564 ton atau 33%. Sisa yang masih belum ditebus petani atau sisa alokasi urea sebanyak 17.992 ton dan NPK sebanyak 8.111 ton.
Dari hasil sidak Bupati menyimpulkan stok pupuk urea sangat mencukupi untuk kebutuhan petani pada musim tanam 2023/2024, tentunya berbeda dengan daerah lain untuk Gunungkidul penyerapan tertinggi nantinya pada saat hujan sudah mulai turun. Dari petugas Gudang dan perwakilan PT Pupuk Indonesia menyatakan ketersediaan pupuk urea mencukupi karena ada tambahan stok setiap harinya 1.000 ton keluar masuk gudang. Perwakilan PIHC yang hadir Suwarto, serta Kepala Gudang Dwi Sugeng Ardhani menyatakan jumlah stok pupuk urea bersubsidi ada 1.301,2 ton, setiap hari ada aktivitas keluar untuk distribusikan.
Monitoring pupuk bersubsidi dilanjutkan Dinas Pertanian dan Pangan ke Gudang pupuk NPK Phonska di Semanu, di Gudang terdapat stok 1000 ton NPK Phonska dan hari itu dikeluarkan 68 ton untuk wilayah Gedangsari, Patuk, Karangmojo, dan Ponjong. Menurut Yatimah,SP. dinas terus melakukan upaya percepatan penyerapan pupuk di tingkat petani lewat himbauan sosialisasi persiapan musim tanam bersama BPP dan kelompok tani (RY).
#salam guyub gumbregah gayeng
#DPP_SIAP