PENGEMBANGAN KACANG HIJAU DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Ngawen (15/05/2024) – Tanaman kacang hijau termasuk dalam palawija dari suku polong-polongan. Tanaman ini biasa dibudidayakan di lahan tegalan atau sawah, dan memiliki keunggulan seperti tahan ditanam di lahan kering dan memiliki umur yang genjah (kurang lebih 60 hari).

Di Kabupaten Gunungkidul, tanaman kacang hijau ditanam di lahan sawah tadah hujan dengan sistem tumpangsari bersamaan dengan tanamn jagung dan ubikayu. Sebagian petani juga menanam kacang hijau di lahan pekarangan rumah. Pada Selasa, 14 Mei 2024 Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul bersama Direktur Statistik Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan BPS Pusat, Direktorat AKABI dan Pusdatin Kementerian Pertanian dan DPKP DI Yogyakarta melaksanakan ubinan panen kacang hijau di Kelompok Tani Subur Makmur, Jambu, Jurangjero, Ngawen. Ubinan panen dilaksanakan di lahan seluas 0.011 Ha, dengan pemanenan secara petik manual. Benih yang ditanam petani adalah varietas vima 3 dengan harga pembelian Rp. 40.000,-/ kg. Sukasto, petani pemilik lahan menyampaikan sudah terbiasa menanam kacang hijau dengan pola tanam MT 1 jagung, MT 2 kacang hijau (secara rutin) dan MK kacang tanah. Hasil panen kacang hijau umumnya dibeli langsung oleh pedagang pengumpul dengan jemput bola ke rumah.

Harga jual kacang hijau mencapai Rp. 17.000,-/ kg.  Panen kacang hijau biasanya sampai 3 kali petik dengan rata-rata hasil mencapai 50 – 60 kg per-1.000 meter persegi lahan. Pupuk yang digunakan antara lain NPK Mutiara 2 kg (dengan harga Rp. 20.000,- per kg), pupuk organik 100 kg (harga Rp. 100.000,- per zak),  melakukan penyemprotan pestisida 2 kali dengan dosis 30 ml/ tangki 16 liter (harga pestisida Rp. 21.000,-). Sedangkan untuk tenaga kerja total (olah lahan, tanam, pendangiran, panen dan pasca panen) totalnya Rp. 410.000,-. Total biaya produksi, termasuk tenaga kerja yang dikeluarkan sebesar Rp. 611.000,-. Sebagai catatan selama ini untuk pupuk organik dan tenaga kerja diupayakan secara mandiri oleh petani dan keluarganya.

Potensial produksi mencapai 50 kg dengan harga jual rata-rata  Rp. 17.000,- sehingga diperoleh hasil Rp.  850.000,-. Keuntungan bersih sebesar Rp. 239.000,- /1.000 meter selama 2 – 3 bulan. Dari hasil yang diperoleh tersebut Sukasto berharap untuk kedepannya harga jual tanaman kacang hijau bisa lebih menguntungkan petani dan ada perhatian pemerintah terutama saprodi benih dan pestisida (DS).

#salam guyub gumbregah gayeng

#DPP_SIAP

 

Tinggalkan komentar

Skip to content