PELATIHAN LUMBUNG MATARAMAN TAHAP PENGEMBANGAN

Bertempat di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul,  dilaksanakan kegiatan Pelatihan Lumbung Mataraman Tahap Pengembangan selama 5 hari, yaiitu pada tanggal 15, 16, 17, 19, dan 22 Juli 2024. Penyelenggara pelatihan adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, dengan sumber dana berasal dari Dana Keistimewaan DIY TA 2024.

Peserta Pelatihan Lumbung Mataraman Tahap Pengembangan adalah kelompok/KWT yang mendapatkan bantuan hibah barang kegiatan Lumbung Mataraman (Tahap Penumbuhan) Tahun 2023 dari Danais DIY lewat APBD Kabupaten Gunungkidul, sebanyak 10 KWT di 10 Kapanewon. Peserta dari masing-masing KWT sebanyak 20 orang. Dalam pelatihan ini  peserta diberikan materi terkait Pemasaran Digital dan Praktek Olahan Pangan Lokal berbahan tepung mocaf dan bahan lokal lainnya. Adapun narasumber berasal dari Satoeasa, Bantul, Istana Pangan, Yogyakarta, dan Sarisa Merapi, Sleman.

Dalam sambutannya, Agung Supriyanto, SP dari DPKP DIY menyampaikan bahwa Pelatihan Lumbung Mataraman tahap pengembangan ini adalah lanjutan dari kegiatan Lumbung Mataraman tahap penumbuhan di kabupaten/kota. Pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan/wawasan dan ketrampilan anggota KWT, serta bisa meningkatkan nilai tambah dan pendapatan KWT. Kelompok Wanita Tani adalah kelompok produktif bukan kelompok sosial, jadi harus punya produk segar ataupun olahan yang bisa dijual, sehingga dari hasil penjualan bisa untuk melanjutkan kegiatannya (Lumbung Mataraman) dan menambah pendapatan keluarga. Disampaikan juga bahwa setelah tahap pengembangan tahun 2024 ini masih ada tahap kemandirian tahun 2025, dimana KWT yang memenuhi syarat akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan peralatan/mesin pengolahan.

Dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Fardiana Ekasari, SP menyampaikan ucapan terimakasih kepada DPKP DIY yang sudah mengalokasikan anggaran dan kegiatan tahap pengembangan untuk 10 KWT Lumbung Mataraman di Kabupaten Gunungkidul. Ibu-ibu anggota KWT supaya memperhatikan dengan sungguh-sungguh dan nantinya bisa menindaklanjuti apa yang disampaikan narasumber. Selain itu Fardiana juga berpesan untuk selalu semangat dan menjaga kekompakan dalam mengelola kegiatan Lumbung Mataraman agar bisa lestari dan berkembang, dan bisa mendapatkan kembali bantuan di tahap kemandirian.

Peserta ibu-ibu KWT Lumbung Mataraman sangat antusias terutama pada saat praktek pengolahan pangan lokal. Narasumber dari Istana Pangan, Rina menyampaikan materi praktek membuat Mocafa Cookies, Cake Mocaf Ubi Ungu, Cake Mocaf Tape, sedangkan narasumber dari Sarisa, Rini memberikan materi praktek Pai Salak, Egg Roll Enthik, Brownis Mocaf, Mocaf Salak Crispy, Egg Roll Mocaf, dan Bolen Salak Wijen. Tiap KWT praktek 2-3 resep. Pelatihan diakhiri dengan evaluasi hasil praktek masak ibu-ibu KWT oleh Narasumber. (FE)*

#DPP_SIAP

#Salam guyub gumregah gayeng 

Tinggalkan komentar

Skip to content