Perkuat Status “Gudang Ternak” DIY, Gunungkidul Akselerasi Vaksinasi PMK Melalui Gerakan GEMPUR

PLAYEN – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul resmi memulai program GEMPUR (Gerakan Melindungi Ternak dari PMK dan Penyakit Hewan Menular) melalui kick-off Bulan Vaksinasi PMK di Peternakan Sawung Seto, Kapanewon Playen, Rabu (5/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Gunungkidul.

Dalam upaya mempertahankan posisi Gunungkidul sebagai pemasok ternak utama di wilayah DIY, pemerintah daerah mengalokasikan 30.400 dosis vaksin PMK bantuan Kementerian Pertanian. Pendistribusian vaksin dilakukan secara serentak melalui seluruh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dengan menyasar langsung kantong-kantong ternak di tingkat kalurahan.

Langkah akselerasi ini diambil untuk mengejar capaian vaksinasi daerah yang saat ini masih berada di angka 27,3%. Petugas medis dan dokter hewan dikerahkan untuk melakukan penyisiran, baik di kandang komunal maupun kandang milik perorangan.

Vaksinasi massal ini diposisikan sebagai instrumen mitigasi risiko bagi aset ekonomi peternak. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan menegaskan bahwa pemberian vaksin pada ternak sehat adalah tindakan pencegahan wajib untuk menjaga produktivitas dan stabilitas nilai jual di pasar.

​”Vaksinasi ini sifatnya wajib untuk ternak yang sehat sebagai langkah pencegahan. Kita tidak perlu menunggu ternak sakit baru bertindak. Dengan ternak yang sehat, ekonomi peternak akan jauh lebih aman dan sejahtera,” tegas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan.

Beberapa dampak strategis yang disasar melalui Gerakan GEMPUR ini meliputi:

  • Perlindungan Aset: Menghindari kerugian finansial akibat kematian ternak atau penurunan berat badan yang drastis.
  • Imunitas Kelompok: Memastikan populasi ternak memiliki daya tahan terhadap penyakit hewan menular secara berkelanjutan.
  • Stabilitas Harga: Menjamin kualitas ternak sehingga tetap kompetitif secara ekonomi, terutama saat menghadapi momentum hari besar keagamaan.
  • Ketahanan Pangan: Mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui konsumsi pangan asal hewan yang sehat.

Melalui momentum rangkaian peringatan HUT RI ini, pemerintah daerah berupaya mengonsolidasikan seluruh elemen masyarakat dan pengurus kelompok ternak untuk mendukung program ini secara sukarela. Sinergi antara tim medis lapangan dan pemerintah kalurahan menjadi faktor kunci untuk melepaskan keraguan peternak terhadap vaksinasi demi mewujudkan kedaulatan pangan di Gunungkidul.

Previous Haryadi Witoko Raih Juara 1 Petani Milenial DIY: Bukti Sukses Sinergi Pertanian dan Inovasi Lahan Kering Gunungkidul

Leave Your Comment