SEMIN (Jumat,23/082024). Guna memastikan pelaksanaan kegiatan DAK Fisik Pertanian berjalan sesuai target yang direncanakan, Dinas Pertanian dan Pangan melaksanakan monitoring ke lapangan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul bersama jajaran. Pekerjaan DAK Fisik Pertanian dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani dengan didampingi tenaga pendamping yang ditunjuk Dinas Pertanian dan Pangan. Pada tahun anggaran 2024 terdapat 10 unit pembangunan irigasi air tanah dalam untuk tanaman pangan, dan 2 unit pembangunan rehabilitasi bangunan pelengkap irigasi tanaman pangan, serta 4 unit pembangunan irigasi air tanah dangkal untuk tanaman hortikultura. Adapun kelompok penerima kegiatan sebagai berikut :
| No | Nama Poktan | Alamat | Kegiatan |
| 1 | KT Baran Rejo | Baran, Salam, Patuk | Irigasi Air Tanah dalam |
| 2 | KT Lumintu | Rejosari, Semin | Irigasi Air Tanah dalam |
| 3 | KT Margo Rukun | Hargomulyo, Gedangsari | Irigasi Air Tanah dalam |
| 4 | KT Ngudi Lestari | Ngalang, Gedangsari | Irigasi Air Tanah dalam |
| 5 | KT Sari Kismo | Mulusan, Paliyan | Irigasi Air Tanah dalam |
| 6 | KT Sari Mulyo | Gambiran, Bunder, Patuk | Irigasi Air Tanah dalam |
| 7 | KT Sedya Makarti | Ngoro Oro, Patuk | Irigasi Air Tanah dalam |
| 8 | KT Sumber Rejo | Dengok, Playen | Irigasi Air Tanah dalam |
| 9 | KT Tani Raharjo | Sumberejo, Semin | Irigasi Air Tanah dalam |
| 10 | KT Taruna Tani Karya Bakti | Bleberan, Playen | Irigasi Air Tanah dalam |
| 11 | KT Dadi Mulyo | Pangkah, Candirejo, Semin | Irigasi Air Tanah dangkal |
| 12 | KT Doyong Rejo | Dunggubah, Duwet, Wonosari | Irigasi Air Tanah dangkal |
| 13 | KT Eko Martani | Praon, Pulutan, Wonosari | Irigasi Air Tanah dangkal |
| 14 | KT Sedyo Rukun | Mulo, Wonosari | Irigasi Air Tanah dangkal |
| 15 | KT Sido Makmur | Ngipak, Karangmojo | Bangunan Pelengkap Irigasi |
| 16 | KT Rukun Santosa | Semoyo, Patuk | Bangunan Pelengkap Irigasi |
Pada monitoring tahap pertama yang dilaksanakan di awal Agustus 2024 bertujuan untuk mengetahui apakah pengeboran sumur irigasi sudah berjalan dan menghasilkan air yang optimal untuk irigasi paling tidak seluas 5 Hektar sampai dengan 10 Hektar untuk tanaman pangan dan 2 sampai dengan 5 Hektar untuk tanaman hortikultura. Dari semua unit yang dikerjakan ternyata telah ditemukan sumber airnya dan dilaksanakan pengeboran serta telah menghasilkan air yang optimal untuk irigasi dibuktikan dengan pumping tes selama semalam (12 jam) tanpa henti. Sehingga dapat dilanjutkan dengan pekerjaan selanjutnya di termin kedua.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Rismiyadi,SP.,MSi. mengharapkan pekerjaan dapat diselesaikan sebelum musim hujan tiba, sehingga tidak akan terganggu oleh datangnya hujan serta kegiatan bercocok tanam musim tanam pertama. Selain itu sumur irigasi dapat dimanfaatkan untuk persiapan musim tanam 2024/2025. *(RY)
#DPP_SIAP
#Salam Guyub Gumregah Gayeng