Panen Pedet – UPSUS SIWAB 2018

Sebagai perwujudan hasil dari kegiatan UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) 2017, kegiatan Panen Pedet ini dilakukan dalam rangka salah satu evaluasi rangkaian kegiatan Inseminasi Buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan dan penanganan gangguan reproduksi, serta penyebaran Hijauan Pakan Ternak (HPT). Pengumpulan pedet hasil dari IB di Kabupaten Gunungidul dalam kurun waktu tahun 2017, dilaksanakan pada Senin, 7 Mei 2018 lalu di Pasar Hewan Siyono, Desa Logandeng, Kecamatan Playen. 

Panen Pedet dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Azman Latif, yang menyampaikan pesan agar UPSUS SIWAB ini dapat terus berlangsung sehingga Kabupaten Gunungkidul bisa mempertahankan kondisi sebagai gudang ternak dan mendukung pemerintah dalam swasembada daging. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi lebih kepada peternak dalam rangka peningkatan populasi, produksi dan produktivitas sapi potong. Program ini tidak hanya memberikan manfaat pertambahan nilai ekonomi dari subsektor peternakan, namun juga mendukung sektor pertanian terutama dalam penyediaan bahan pupuk organik.

Dalam kesempatan ini, dihadirkan pula pedet kembar yang berasal dari Kecamatan Ponjong dan Karangmojo. Hasil program pada tahun 2017, telah lahir 8 pasang sapi kembar dengan jenis limosin dan berasal dari straw/semen beku Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Bandung. Apresiasi luar biasa juga disampaikan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (HPTU HPT) Baturaden atas capaian kinerja reproduksi di Kabupaten Gunungkidul. Hadir pula perwakilan dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta; Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada; Kepala  Dinas Perindustrian dan Perdagangan; Kepolisian dan TNI; serta pihak sponsor dan kelompok perbibitan ternak.

Selain itu, pada acara ini juga diberikan layanan penyuntikan gratis dan pemberian obat cacing pada pedet–pedet yang dipamerkan, serta peluncuran SKLB (Surat Keterangan Layak Bibit) bagi pedet-pedet di wilayah sumber bibit sebagai pemicu semangat bagi petani peternak di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Juga diberikan hadiah yang sudah disediakan oleh sponsor hasil penilaian pedet berkualitas dengan kriteria yang ditentukan oleh Pengawas Bibit Ternak Kabupaten Gunungkidul. 

UPSUS SIWAB merupakan program peningkatan produksi daging sapi/kerbau dalam negeri dengan menggunakan pendekatan peranan aktif masyarakat. Dengan upaya khusus ini, sapi betina produktif milik peternak dipastikan dikawinkan, baik melalui Inseminasi Buatan maupun kawin alam. Hingga bulan Mei 2018, sapi betina produktif yang sudah terlayani IB sebanyak 5.456 ekor untuk sapi PO (Peranakan Ongole) dan 14.380 ekor untuk sapi non PO, dari target 45.000 ekor akseptor. Sedangkan kebuntingan mencapai 3.961 ekor (12% dari target) dan kelahiran sebanyak 2.233 ekor (8% dari target), serta  pemeriksaan kebuntingan (PKB) mencapai 6.477 ekor dan penanganan gangguan reproduksi sebanyak 506 ekor.

Tinggalkan komentar

Skip to content