BUPATI GUNUNGKIDUL SERAHKAN BANPEM BENIH JAGUNG HIBRIDA MT2

WONOSARI (Selasa,18/03/2025). Dalam rangka swasembada padi dan jagung nasional di 2025 Kementerian Pertanian berupaya mendorong petani untuk terus melakukan percepatan tanam padi dan jagung, salah satunya dengan program PAT (Perluasan Areal Tanam) dan juga PIP (Peningkatan Indeks Pertanaman). Di Gunungkidul pada musim tanam kedua tahun 2025 ini diberikan bantuan pemerintah berupa benih jagung hibrida dari Kementerian Pertanian RI untuk peningkatan indeks pertanaman (PIP) seluas 1.269 Hektar. Pada Selasa (18/03/2025) di halaman Dinas Pertanian diserahkan bantuan tersebut oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih,SE.,MP. Penyerahan dilaksanakan secara simbolis kepada 5 Ketua perwakilan kelompok tani di Kapanewon Wonosari, yaitu Sudadi (poktan Wirotomo, Piyaman), Sugiyanto (poktan Sido Mulyo, Duwet), Widodo (poktan Seneng Makmur, Siraman), Syaidu (poktan Ngudi Rejeki, Wareng), Djuki (poktan Bangunharjo, Karangtengah). Total bantuan pemerintah jagung hibrida Bisi-18 sejumlah 19,035 ton untuk 1.269 Ha lahan jagung yang tersebar di 6 Kapanewon.
Hadir pada acara penyerahan simbolis banpem benih jagung hibrida Bupati Gunungkidul, Kapolres Gunungkidul, Dandim 0730 Gunungkidul, perwakilan Bank Indonesia, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul beserta jajaran, Penyuluh Pertanian Koordinator BPP se-Gunungkidul, Poktan Wonosari. Acara bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan di halaman Dinas Pertanian dan Pangan.
Dalam pesannya Bupati Gunungkidul berharap bantuan benih jagung hibrida dimanfaatkan dengan sebaik baiknya mumpung masih musim hujan untuk segera di tanam dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani nantinya. Demikian pula Kepala DPP berharap para petani untuk dapat melakukan percepatan tanam padi dan jagung untuk mengejar musim hujan yang tersisa, harapannya bisa panen nantinya, sehingga terjaga ketahanan pangan di Gunungkidul sekaligus bisa ikut mengendalikan inflasi yang disebabkan adanya ketersediaan bahan pangan di pasaran.
Terpisah Danang Sutopo, S.Hut.T. Ketua Tim Kerja Produksi Tanaman Pangan menjelaskan banpem jagung hibrida Bisi-18 musim tanam kedua ini untuk 6 kapanewon yaitu Wonosari (589 Ha), Paliyan (191 Ha) , Playen (742 Ha), Purwosari (35 Ha), Karangmojo (303 Ha), Nglipar (69 Ha). Sedangkan Tri Lestari PPL Purwosari melaporkan pada Rabu (19/03/2025) jagung hibrida Bisi-18 bantuan pemerintah telah selesai droping di kelompok tani tersasar di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari untuk luasan 35 Ha. *(RY)

#DPP_SIAP

#salam Guyub Gumregah Gayeng

Tinggalkan komentar

Skip to content