Sosialisasi SERGAP bersama Kodim 0730 Gunungkidul

Bertempat di Aula Makodim 0730 Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (23/1), dilaksanakan Sosialisasi SERGAP (Serap Gabah Petani) Tahun 2019 periode Januari sampai dengan Maret 2019, yang dihadiri oleh peserta dari Danramil, Babinsa, dan perwakilan Gapoktan se-Kabupaten Gunungkidul. Acara sosialisasi juga dihadiri Tim Sergap dari Mabes Angkatan Darat (Mabesad) yang diketuai Brigjend Steverly Christmas Parengkuan, Ketua Tim 6 (DIY) Kolonel Czi Jangkung W dan 2 anggotanya, Komandan Kodim 0730, perwakilan Bulog SubDivre DIY, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul.

Disampaikan oleh Komandan Kodim 0730 bahwa sesuai target dari pusat minimal 10% dari produksi padi di Gunungkidul pada tahun 2019 diharapkan bisa diserap oleh Bulog, dimulai saat panen tiba. Menurut catatan Kodim paling tidak pada bulan Maret akan mulai dipanen seluas 17.028 ha lahan padi dengan produktivitas lahan kering rata-rata 4.5 ton per ha. Ditambahkan pada bulan-bulan sebelumnya, sehingga kurang lebih pada periode tanam Oktober 2018 hingga Maret 2019 luas tanam padi mencapai 55.000 ha dan dapat dipanen seluruhnya yang menghasilkan gabah kurang lebih 240.000 ton GKG. Dari hasil produksi padi sebesar itu diharapkan bisa dijual ke Bulog lewat serap gabah petani sejumlah 10% nya sebagai cadangan pangan nasional. Sementara Kolonel Czi Jangkung W dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan penduduk Indonesia sebesar 260 juta jiwa menjadikan komoditas pangan khususnya beras menjadi komoditas strategis nasional, sehingga dibutuhkan cadangan pangan nasional berupa beras yang diamanatkan ke Bulog lewat serap gabah petani. Tim Sergap Pusat juga mengharapkan jika para gapoktan mempunyai kelebihan produksi agar dapat dijual ke Bulog. Tanggapan Biulog SubDivre DIY menyebutkan bahwa harga serap gabah petani adalah Rp.3.700/kg gabah kering panen (kadar air 26%) atau Rp 4.600/kg gabah kering giling (kadar air 14%), sedangkan harga beras dihargai Rp 7.300/kg beras.

Dari peserta yang diwakili bapak Ngadimin, Gapoktan Desa Natah, Nglipar, menyanggupi memasok gabah atau beras ke Bulog dari panen yang ada, dan disebutkan bahwa Nglipar khususnya Natah bisa tanam padi sebanyak dua kali dalam setahun sehingga mengalami surplus beras. Harapannya diadakan juga sosialisasi SERGAP di poktan dan petani Nglipar.

Seusai acara sosialisasi ini dilanjutkan dengan peninjauan ke produsen beras atau penggilingan di Ponjong yaitu di UD Salam (Bapak Joko), Genjahan, Ponjong dan penggilingan beras milik Bapak Hadi Subroto di Susukan I, Genjahan, Ponjong. Tim Sergap menyerap kesulitan dan permasalahan serta proses produksi para produsen dalam rangka SERGAP, dan berharap agar para produsen bisa menjadi mitra Bulog dan memasok berasnya dengan lancar. –RY

Tinggalkan komentar

Skip to content