Dalam rangka percepatan diseminasi teknologi mendukung program pemerintah, yaitu swasembada pangan berkelanjutan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Kementerian Pertanian dan BPTP Yogyakarta bekerjasama dalam budidaya padi gogo di bawah tegakan tanaman kayu putih di hutan Mengger seluas 100 ha yang masuk kedalam wilayah Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Hari ini Jumat (8/3) diadakan panen raya bersama Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos, dan Kepala Puslitbangtan yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Kepala BB Penelitian Padi, Dr. Priatna Sasmita, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DI Yogyakarta, Ir. Sasongko, M.Si., Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto, Komandan Distrik Militer 0730 Gunungkidul dan beberapa perwakilan penghasil komponen teknologi Largo Super Lingkup Kementerian Pertanian.
Hasil ubinan panen raya dari 7 VUB (Varietas Unggul Baru) yang diintroduksikan (Rindang 1, Rindang 2, Inpago 8, Inpago 10, Inpago 12, Inpari 42 Agritan dan Inpago Unsoed) ini adalah berkisar antara 5,8–7,3 ton/ha. Hasil tersebut menunjukkan adanya kenaikan dari kondisi eksisting antara 1,3–2,9 ton/ha atau sekitar 28%-65%.

Pada kesempatan tersebut Kepala BB Penelitian Padi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para petani Gunungkidul yang telah berhasil sampai panen dan berharap biji padi yang dihasilkan tidak hanya dikonsumsi tetapi juga digunakan sebagai benih padi yang akan datang karena varietas yang dikenalkan termasuk baru dan unggul. Selain itu pemerintah lewat Kementerian Pertanian bersungguh sungguh meningkatkan produksi padi baik lahan kering, lebak dan rawa sehingga nantinya tahun 2045 Indonesia benar benar jadi lumbung pangan dunia.

Pada kesempatan yang sama Bupati Gunungkidul berharap keberhasilan panen bisa mensejahterakan petani sehingga tidak terjadi rawan pangan. Demikian juga terhadap generasi muda diharapkan mau terjun di bidang pertanian sehingga ada keberlanjutan pertanian.Terakhir Bupati menghimbau pertanian bisa saling mengisi dengan kemajuan pariwisata Gunungkidul. –RY